Petugas Imigrasi Kediri Merazia Tenaga Kerja Asing, Ini Hasilnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tenaga kerja asing didata oleh Direktorat Reskrim Umum Polda di Kalimantan barat. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    Sejumlah tenaga kerja asing didata oleh Direktorat Reskrim Umum Polda di Kalimantan barat. ANTARA/Jessica Helena Wuysang

    TEMPO.CO, Kediri – Kantor Imigrasi Kediri melakukan razia besar-besaran kepada sejumlah perusahaan besar di Kabupaten Nganjuk. Dari razia ini ditemukan sedikitnya 61 tenaga kerja asing asal Cina yang sebagian besar bekerja di proyek pembangunan jalan tol ruas Wilangan – Kertosono.

    Razia dilakukan ke sejumlah perusahaan besar yang diduga mempekerjakan warga negara asing. Perusahaan itu ialah PT Mitra Saruta Indonesia yang memproduksi benang, pertenunan dan penyempurnaan tekstil; PT Lotus Indah Textile Industries; PT Jaya Kertas dan PT Wijaya Karya (Wika).

    Baca: Pekerja Asal Korea Terbanyak Dideportasi dari Jawa Barat

    Kepala Kantor Imigrasi Kediri Tito Andrianto mengatakan razia dilakukan untuk mendeteksi sekaligus menindak pelanggaran imigrasi yang rata-rata dilakukan pekerja asing. Keberadaan sejumlah perusahaan besar di Nganjuk termasuk proyek  jalan tol Wilangan – Kertosono menjadi tempat masuknya para tenaga kerja asing. “Cukup banyak pekerja asing  di Nganjuk,” kata Tito, Selasa 23 Mei 2017.

    Dalam razia tersebut, petugas Imigrasi mendapati sedikitnya 61 pekerja asal Cina. Mereka tersebar di PT Lotus Indah Textile Industries sebanyak 13 orang, PT Mitra Saruta Indonesia sebanyak 8 orang, dan PT Wika sebanyak 40 orang. Sedangkan perusahaan kertas PT Jaya Kertas tidak ditemukan keberadaan pekerja Cina.

    Simak: Diduga Ilegal, Imigrasi Pekanbaru Usut 109 Pekerja Asal Cina

    Kelik Ardiansyah, juru bicara Kantor Imigrasi Kediri yang turut dalam razia itu mengatakan kedatangannya bersama tim penyidik sempat membuat para pekerja asing kaget. Mereka tidak menduga akan dirazia di tengah jam kerja. “Selain memeriksa kelengkapan dokumen, mereka juga kami interogasi,” kata Kelik.

    Saat diperiksa, menurut Kelik, para pekerja asing itu mampu menunjukkan kelengkapan dokumen sehingga tak satupun dari mereka yang diamankan.

    Kelik juga mengingatkan kepada masyarakat untuk tak segan melakukan pembaruan paspor. Sesuai Edaran Menkumham tahun 2017 tentang pemberian kemudahan prosedur dan persyaratan penggantian paspor biasa, kini pemohon tak perlu repot.

    Hanya dengan membawa KTP dan paspor lama, Kantor Imigrasi akan segera menerbitkan paspor baru. “Ini tidak berlaku untuk paspor hilang, rusak atau perubahan identitas,” kata Kelik.

    Sebelumnya, Kantor Imigrasi Kediri telah mengamankan satu tenaga kerja asing asal Korea dan tiga pekerja asal Cina. Mereka terbukti tak memiliki dokumen lengkap saat bekerja di Indonesia dan telah dideportasi.

    HARI TRI WASONO
    Lihat: Kantor Imigrasi Jakarta Barat Razia Wanita Pekerja Asia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.