Kapolri Tito Ingin Proses Kasus Munarman di Polda Bali Dipercepat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian berkunjung ke  Sulawesi Tenggara dalam rangka memberikan pengarahan pada personil Kepolisian Daerah Sultra Kamis 23 Februari 2017. TEMPO/ ROSNIAWANTY FIKR

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian berkunjung ke Sulawesi Tenggara dalam rangka memberikan pengarahan pada personil Kepolisian Daerah Sultra Kamis 23 Februari 2017. TEMPO/ ROSNIAWANTY FIKR

    TEMPO.CO, Jakarta -  Kepala Kepolisian RI, Jenderal Tito Karnavian, mengakui proses hukum Munarman yang ditangani Kepolisian Daerah Bali berjalan lamban. Tito memastikan proses hukum masih berlangsung.

    "Untuk kasus Munarman di Polda Bali memang agak lamban," kata Tito saat rapat kerja dengan Komisi III DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 23 Mei 2017.

    Baca: Polda Bali Bantah Hentikan Kasus Munarman FPI

    Menurut Tito, lambannya proses hukum terhadap Munarman ini menuai protes dari masyarakat pecalang dan masyarakat Muslim Bali, yang berunjuk rasa pekan lalu. Masyarakat, kata dia, meminta Kepolisian Daerah Bali untuk mempercepat pengusutan kasus tersebut.

    Baca: Unjuk Rasa di Polda Bali Pertanyakan Proses Hukum Munarman FPI

    Senin, 15 Mei 2017, puluhan orang yang tergabung dalam Perguruan Sandhi Murti, Patriot Garuda Nusantara, Gerakan Pemuda Ansor dan pecalang mendatangi Polda Bali. Tujuannya, memantau perkembangan kasus penghinaan pecalang oleh Munarman, yang terkesan lambat proses penanganannya di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali.

    Kepala Bidang Humas Polda Bali, Ajun Komisaris Besar Hengky Widjaja, mengatakan lambatnya penanganan kasus Munarman karena polisi belum berhasil menemukan Hasan Ahmad, pengelola situs FPI dan pengunggah video, yang menayangkan aksi Munarman. Dia membantah proses hukum terhenti.

    ARKHELAUS W. | BRAM SETIAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.