Pesan Gubernur Papua Dominggus Mandacan: Sekarang Semua Keluarga

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan saat ikuti pelantikan Lima pasangan gubernur-wakil gubernur hasil Pilkada Serentak 2017 di Istana Negara, Jakarta, 12 Mei 2017. TEMPO/Subekti

    Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan saat ikuti pelantikan Lima pasangan gubernur-wakil gubernur hasil Pilkada Serentak 2017 di Istana Negara, Jakarta, 12 Mei 2017. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Manokwari - Ribuan warga dari 13 Kabupaten dan 1 Kota se-Papua Barat, padati lapangan sepakbola Borasi Manokwari untuk mengikuti pesta rakyat bersama Dominggus Mandacan dan Mohammad Lakotani selaku Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2017-2022 pasca pelantikan dan serah terima jabatan dari Pelaksana tugas Gubernur Papua Barat Eko Subowo kepada Gubernur definitif yang berlangsung di lapangan apel Kantor Gubernur Papua Barat, Senin 22 Mei 2017.

    Dominggus Mandacan selaku putra asli suku Arfak pertama yang menjabat Gubernur di Papua Barat adalah catatan sejarah bagi penduduk asli Pulau Papua di Provinsi Papua Barat. Suku Arfak adalah barometer pembangunan SDM di Papua Barat. Sosok Dominggus Mandacan yang dijuluki “Bapak Pembangunan” mampu menduduki kursi Gubernur Papua Barat sesuai impian rakyatnya.

    Saat berpidato di hadapan ribuan warganya, Mandacan mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Papua Barat yang telah memberikan kepercayaan kepadanya bersama Mohammad Lakotani untuk memimpin Papua Barat lima tahun ke depan.

    “Kami berterima kasih karena kami terpilih oleh karena keinginan dan pilihan rakyat, sehingga semua pembangunan di Papua Barat untuk kepentingan rakyat”, ujarnya.

    Mantan Bupati Kabupaten Manokwari dua periode ini, juga menyebut dalam program pembangunan yang akan dijalankan bersama wakilnya adalah sesuai visi-misi mereka. Yaitu melayani dengan hati dan membangun dengan kasih, menuju Papua Barat yang aman, mandiri dan sejahtera. Pembangunan yang dijanjikan yakni tidak akan terkotak-kotak karena kepentingan kelompok, tapi pembangunan yang dijanjikan akan merata tanpa memandang suku, ras, golongan dan agama. (Baca: Ke Papua, Risma Diminta Menangkan Kader PDIP di Pilgub)

    “Tidak ada perbedaan atau terkotak-kotak lagi, semua Kabupaten/Kota dan masyarakat akan dilayani sejajar. Jika dalam Pilkada ada yang berbeda, itu adalah pesta demokrasi sehingga semua memiliki hak untuk menentukan pilihan. Tapi sekarang semua adalah satu keluarga besar Papua Barat”, kata Mandacan. Ia meminta semua elemen masyarakat untuk bahu-membahu membantu Pemerintah menjalankan roda pemerintahan di Papua Barat.

    Selaku Gubernur Papua Barat, Mandacan berpesan kepada warga di Papua Barat, untuk mengandalkan Tuhan dalam segala hal, baik itu di lingkungan keluarga maupun lingkungan kerja. “Semua harus takut Tuhan, karena permulaan pengetahuan adalah takut Tuhan dan menjauhi segala larangannya”, ucapnya.

    Mewakili suku-suku Nusantara di Papua Barat, Petrus Makbon kepala Suku Byak di Manokwari mengatakan bahwa pihaknya bersama seluruh suku yang ada di Papua Barat (suku nusantara) akan memberikan dukungan penuh kepada Gubernur dan wakil Gubernur Papua Barat dalam menjalankan pemerintahan dan membangun Papua Barat lima tahun ke depan. “Kami berjanji akan membantu Pemerintah untuk mencapai visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur dan menghindari segala bentuk konflik horizontal demi keamanan dan kebersamaan kita di Papua Barat”, ucapnya.

    Clinton Tallo, ketua ikatan Flobamora di Papua Barat saat menghadiri acara serah terima jabatan Gubernur dari Pelaksana tugas kepada Gubernur devinitif, mengaku sangat bangga dengan Dominggus Mandacan bersama Mohammad Lakotani. Menurut dia, keduanya adalah pasangan yang diinginkan rakyat Papua Barat. Selaku ketua ikatan Flobamora di Papua Barat, dia mengajak seluruh warganya dalam kerukunan yang ada untuk turut memberikan kontribusi dalam pembangunan di Papua Barat.

    “Tidak ada perbedaan dalam pembangunan, sehingga apapun program pemerintah untuk kesejahteraan rakyat Papua Barat tentu akan kami dukung," katanya.

    Selingan dalam perta rakyat tersebut yang berlangsung hingga malam tadi, menghadrikan the legend Black Brothers, Eddo Kongdologit, tarian Tumbuk Tanah oleh suku Arfak, tarian Barongsai, dan tari-tarian adat suku Nusantara di Papua Barat.

    HANS ARNOLD


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.