Soekarwo: Penuhi Dua Kriteria untuk Jadi Pahlawan Era Sekarang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Dok. TEMPO/Fully Syafi

    Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Dok. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Provinsi Jawa Timur Soekarwo mengatakan siapa pun bisa menjadi pahlawan pada era sekarang. Menurut dia, pahlawan masa kini setidaknya memenuhi dua kriteria. Kriteria pertama ialah memiliki etika serta sopan santun sebagai basis kemanusiaan yang adil dan beradab. Sedangkan kriteria kedua adalah merupakan pejuang keadilan yang mampu memberikan inovasi dan solusi permasalahan di sekitarnya.

    “Pahlawan pada era sekarang, menurut saya, harus memenuhi dua hal tersebut,” ucap Soekarwo saat ditemui di Gedung Nasional Indonesia, Jalan Bubutan, Surabaya, Senin, 22 Mei 2017. (Baca: Harkitnas, Soekarwo: Pembangunan Sukses Jika Situasi Aman)

    Soekarwo berujar, permasalahan utama yang ada sekarang ini ialah terkait dengan sumber daya manusia (SDM). Menurut dia, seseorang yang mampu melakukan inovasi dan menerapkan strategi untuk menyelesaikan permasalahan di lingkungannya dapat disebut pahlawan.
    “Inovasi tersebut contohnya lewat UKM-UKM yang diinisiasi generasi muda. Selain itu, dia dapat menghadirkan lapangan pekerjaan bagi yang membutuhkan,” ujsr Soekarwo.

    Selain itu, kata Soekarwo, pejuang keadilan sangat patut dihargai. Menurut dia, keadilan ialah permasalahan yang cukup serius. Sebabnya, kata Soekarwo, disintegrasi ditimbulkan dari ketidakadilan.

    Soekarwo mengimbau generasi muda untuk lebih dalam mempelajari sejarah melalui berbagai rujukan, baik lewat pelajaran di sekolah, buku sejarah, maupun Internet. Menurut dia, mempelajari sejarah kini dapat dilakukan lebih mudah seiring dengan kehadiran teknologi informasi. Sebabnya, banyak dari generasi millennial yang cenderung memanfaatkan teknologi informasi sebagai rujukan dalam berbagai hal, termasuk dalam mempelajari sejarah. (Baca: Kasus HTI, Soekarwo: Ormas Tak Berasaskan Pancasila Dilarang Saja)

    “Hal ini harus dimanfaatkan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika, untuk melakukan sortir terhadap informasi agar informasi itu benar-benar valid serta bermanfaat,” kata Soekarwo.

    JAYANTARA MAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.