Harkitnas, Soekarwo: Pembangunan Sukses Jika Situasi Aman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menpora Imam Nahrawi (kanan) didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo (kiri) menjadi narasumber Seminar

    Menpora Imam Nahrawi (kanan) didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo (kiri) menjadi narasumber Seminar "Airlangga Leadership Program 2015" di Rektorat Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Jawa Timur, 19 Desember 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Surabaya – Gubernur Provinsi Jawa Timur, Soekarwo, mengatakan situasi sosial dan politik yang aman merupakan awal untuk melakukan pembangunan. Menurut Soekarwo, proses pembangunan akan berjalan jika situasi sosial politik aman dan nyaman terwujud.

    Soekarwo mengatakan ini menjadi target jangka pendek yang akan dilakukan pemerintah provinsi Jatim.

    Baca: Siswa Sekolah Wajib Nyanyikan Indonesia Raya Tiga Stanza

    “Kalau suasana adem, ya, pasti aman dan nyaman. Baru setelah itu ekonomi, sosial dan politik berjalan dengan baik,” kata Soekarwo usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2017 di Halaman Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin, 22 Mei 2017.

    Soekarwo mengatakan situasi sosial politik yang aman mendorong tercapainya kesejahteraan masyarakat.Pemerintah menerapkan kebijakan partisipatoris dengan mengikutsertakan masyarakat agar turut andil dan berperan dalam proses pembangunan Jatim di semua sektor.

    Baca: Lagu Indonesia Raya Tiga Stanza Direkam Lagi di Lokananta

    “Menciptakan kondisi aman dan nyaman ini juga termasuk partisipatoris, dimana masyarakat terlibat dalam suatu proses pembangunan,” kata Soekarwo.

    Saat disinggung soal situasi kondusif di Jatim, Soekarwo mengatakan secara prinsip Jatim berpegang teguh pada konstitusional. Dia menambahkan, bersama Forum koordinasi pimpinan daerah, Jatim sepakat berpegang teguh pada Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

    Baca: Kebangkitan Nasional bagi Dede Yusuf: Bukan Sekadar Upacara

    “Aman dan nyaman sesuai empat pilar itu adalah bagian dari pembangunan. Di luar itu, biarkan hukum yang berjalan,” ujar Soekarwo.

    Menurut orang nomor satu di Jatim ini, salah satu masalah bangsa Indonesia saat ini adalah kualitas Sumber Daya Manusia. Menurut dia, faktor SDM ini sangat penting terutama saat di era industrialisasi seperti sekarang ini.

    Untuk menciptakan SDM terampil, Soekarwo menambahkan pendidikan vokasional harus digerakkan. Ini dilakukan dengan memanfaatkan Balai Latihan Kerja yang menganggur.

    “Bila SDM nya baik, maka intelektualnya bagus. Orang seperti ini relatif lebih maju,” kata Soekarwo.

    JAYANTARA MAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Bebas Visa bagi Indonesia di Brasil dan Empat Negara

    Sejumlah negara baru saja mengeluarkan kebijakan bebas visa bagi para pemegang paspor Indonesia, bukti bahwa paspor Indonesia semakin kuat di dunia.