Panglima TNI dan Kapolri Diminta Ikut Jelaskan Makna Investasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat 9 September 2016. Dalam sidang tersebut, Jokowi mengevaluasi kebijakan ekonomi. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat 9 September 2016. Dalam sidang tersebut, Jokowi mengevaluasi kebijakan ekonomi. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Rapat terbatas di Istana Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 22 Mei 2017, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengintruksikan kepada Panglima TNI, Kapolri dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), turut menjelaskan pentingnya investasi. Dengan penjelasan tersebut, masyarakat bisa cepat memahami makna investasi bagi Indonesia.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dalam rapat membahas bagaimana menjelaskan pentingnya investasi ini bagi rakyat Indonesia. Saat ini, kata Sri Mulyani, ada kekhawatiran bahwa minat investasi dari negara lain terganggu oleh isu-isu politik.

    Baca: Jokowi: Kesiapan Melayani Investor Harus Detail

    Dicontohkannya, kerja sama investasi dengan Cina yang dipersepsikan seolah-olah [emerintah membiarkan pengaruh politik negara itu masuk ke Indonesia. Padahal, tidak ada niat jahat apapun di balik kerja sama itu. "Kekhawatiran bukan pada aspek ekonomi dan finansial," ujar Sri Mulyani seusai rapat terbatas di Istana Bogor.

    Sri Mulyani melanjutkan, Presiden Joko Widodo menegaskan dalam rapat sekaligus menginstruksikan kepada Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Kepala BIN Budi Gunawan untuk ikut menjelaskan makna investasi bagi Indonesia.

    Mereka diminta menjelaskan apakah investasi asing itu mengancam atau untuk membangun Indonesia.  Menjelaskan juga pentingnya investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesempatan kerja di Indonesia. "Jadi, kami ingin investasi dan pertumbuhan ekonomi itu dirasa bukan ancaman, tapi kesempatan bagi seluruh masyarakat," kata Sri Mulyani.

    Baca: Pembiayaan Turun tapi Investasi Infrastruktur Logistik Meningkat

    Terakhir, Sri Mulyani mengatakan, ada beberapa unsur yang dijelaskan terkait dengan investasi asing. Seperti asal usul dana, neraca, perkembangan investasi, nilai investasi yang masuk, dan akan jadi apa investasi itu.

    Sebagai catatan, Indonesia baru saja mendapatkan peringkat investment grade dari lembaga rating S&P. Dengan kata lain, minat investasi ke Indonesia berpotensi meningkat dalam waktu cepat.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.