Pilkada Jawa Timur, Surat Kiai NU Bocor ke Publik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/ Wahyu Setiawan

    TEMPO/ Wahyu Setiawan

    TEMPO.CO, Surabaya -  Hasil musyawarah kiai-kiai Nahdlatul Ulama (NU) untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) soal Pilkada Jawa Timur beredar ke publik, Minggi, 21 Mei 2017.  Dalam musyawarah itu, para kiai membahas Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Jawa Timur.


    Inti dari hasil musyawarah seperti yang tertera pada surat dengan tiga lembar lampiran tersebut, keinginan para kiai NU kepada PKB Jawa Timur untuk dilibatkan. Pelibatan  yang diminta, yaitu dalam memutuskan nama calon Gubernur Jaawa Timur periode 2019-2024.

    Pimpinan Pondok Pesantren Miftahussunnah Surabaya KH Miftachul Akhyar yang dikonfirmasi,  membenarkan adannya keinginan dari para kiai. Tujuannya agar NU bersatu dan kompak menghadapi Pilkada Jatim 2018.

    Baca: Maju mundurnya Menteri Khofifah Ikut Maju di Pilkada Jawa Timur

    "Para kiai di Jatim ingin NU bersatu dalam pilkada mendatang. Tapi, lebih lanjutnya nanti ya," ujar Kiai Miftachul saat dihubungi melalui sambungan telepon dari Surabaya.

    Pada surat yang ditujukan ke Ketua DPW PKB Jawa Timur Abdul Halim Iskandar dengan ditandatangani 21 kiai pada 19 Mei 2017 tersebut, tertera pimpinan musyawarah KH Anwar Iskandar yang juga pimpinan Pondok Pesantren Al Amien, Kediri.

    Lima poin yang tertera, yakni pembelajaran dari pengalaman pilkada serentak beberapa tahun terakhir ini diperlukan kebersamaan dan kekompakan demi kemaslahatan umat.
    "Para pendiri NU bisa begitu kuat dalam menghadapi cobaan dan tantangan di masa lalu karena kekompakan dan kebersamaan itu. Selain karena ikhtiar, ilmu, dan doa sebagai senjata utama," bunyi poin pertama pada surat yang salinannya beredar luas itu.

    Baca: Bakal Dicalonkan Ikut Pilkada Jawa Timur, Djarot: Enggak Mikirin


    Poin berikutnya berisi tentang tradisi para pendiri NU, kiai dan pengasuh pondok pesantren yang selalu menjadi rujukan utama pada proses pengambilan keputusan organisasi maupun politik.

    Ketiga tentang keterlibatan para kiai yang disebutnya sangat penting untuk menjaga keutuhan NU, khususnya terkait dengan Pilkada Jatim mendatang. Keempat, terkait dengan wilayah Jawa Timur sebagai tempat kelahiran NU dan basis utama Nahdliyin sehingga harus memberikan contoh kepada daerah lain tentang kebersamaan, kekompakan, dan keutuhan dalam setiap perjuangan.

    Poin terakhir yakni sebagai partai yang didirikan para kiai dan NU, diharapkan PKB bersedia menjelaskan rencana pencalonan Gubernur Jatim pada Pilkada 2018.

    Salah seorang Ketua PBNU, Saifullah Yusuf, tidak mau menanggapi beredarnya surat terkait dengan Pilkada Jawa Timur tersebut.  "Saya belum berkomentar dan ditunggu sajalah. Tapi yang pasti, keluarnya surat kiai sepuh itu menunjukkan jika NU kompak, selalu memerlukan kebersamaan, serta memperkokoh persatuan dan kesatuan anak bangsa juga Nahdliyin," kata Gus Ipul, sapaan Saifullah Yusuf yang juga Wakil Gubernur Jawa Timur itu.

    Daftar Kiai NU yang tanda tangan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.