KM Mutiara Sentosa I Terbakar, KNKT Selidiki Truk Sumber Api

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kapal terbakar. BBC.co.uk

    Ilustrasi kapal terbakar. BBC.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah melakukan investigasi penyebab terbakarnya kapal KM Mutiara Sentosa I di perairan Masalembo, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, termasuk truk sumber api. Musibah itu menyebabkan 5 orang meninggal dunia.

    Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyatakan, pihaknya telah mewawancarai sejumlah penumpang, supir, kernet, dan kru kapal yang selamat. Temuan sementara, api berasal dari dek bagian bawah. “Kebakaran dimulai dari dek kapal bagian bawah atau first deck,” ujar dia dalam jumpa pers di Pelabuhan Tanjung Perak, Ahad, 21 Mei 2017.

    Baca :
    KM Mutiara Sentosa Terbakar, Asal Api dari Truk di Kapal?

    KNKT Akan Investigasi Kecelakaan KM Sentosa di Masalembu  

    Berdasarkan kesaksian penumpang, api berasal dari truk berwarna hijau yang ditutup terpal berwarna biru. Begitu api terdeteksi, para penumpang di dek bawah berupaya memadamkan api.

    Sprinkle (penyemprot) air dihidupkan, lantas Mualim I dan para kru kapal menyemprotkan hydran. Namun api malah semakin membesar. “Sempat timbul ledakan kecil. Begitu ada ledakan kecil, semua penumpang yang ada di bawah berlarian meninggalkan dek bawah,” ujar Soerjanto, menirukan ucapan saksi mata.

    Asap berwarna abu-abu keputihan tersebut memenuhi ruangan. Para penumpang yang mencium bau asap menyengat dari sumber kebakaran, langsung merasa pusing. “Api semakin tidak terkontrol.”

    Pihaknya kini mencari tahu bahan apa yang dimuat oleh truk tersebut. Meski berhasil membuka terpal penutup, para supir dan kernet yang membantu pemadaman kala itu tak sempat mengetahui isi muatan lantaran api cepat membesar.

    Simak pula : Lima Jenazah Kapal Terbakar Tiba di Tanjung Perak

    “Kami berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) agar peristiwa ini tidak terjadi lagi di masa mendatang,” ucap dia.

    Sementara itu, Kantor Kesyahbandaran Utama Pelabuhan Tanjung Perak terus menyelidiki perbedaan data antara manifes dalam Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan jumlah korban yang dievakuasi di lapangan. Berdasarkan data manifes, kapal milik PT Atosim Lampung Pelayaran itu membawa 134 penumpang dan 37 Anak Buah Kapal (ABK). Sedangkan di lapangan, tim SAR Surabaya mengevakuasi 197 orang.

    Kepala Syahbandar Tanjung Perak, Hari Setyobudi mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi adanya supir cadangan yang tak dilaporkan ke Otoritas Pelabuhan maupun Syahbandar. “Juga ada cleaning service di kapal KM Mutiara Sentosa I yang tidak dimasukkan ke dalam manifes oleh perusahaan. Kami akan investigasi lebih lanjut,” tuturnya.

    ARTIKA RACHMI FARMITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.