Golkar Gelar Rapimnas, Ketua SC: Persiapan Kompetisi Politik 2019

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Panitia Pengarah Munaslub Partai Golkar, Nurdin Halid, memimpin Rapat Pleno Munaslub di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 6 Mei 2016. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Ketua Panitia Pengarah Munaslub Partai Golkar, Nurdin Halid, memimpin Rapat Pleno Munaslub di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, 6 Mei 2016. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Balikpapan - Partai Golkar menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Balikpapan, 21-23 Mei 2017. Rapimnas ini dihadiri oleh seluruh pengurus daerah dan 10 organisasi sayap Golkar.

    Ketua steering committee Rapimnas Freddy Latumahina mengatakan  rapat ini untuk mempersiapkan kompetisi politik pada dua tahun ke depan. Pada 2018, ada 171 Pemilihan Kepala Daerah Serentak. "Dan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden secara serentak pada 14 April 2019," katanya di Hotel Novotel, Ahad, 21 Mei 2017.

    Baca: Gelar Rapimnas di Balikpapan, Golkar Bantah Ada Agenda Munaslub

    Freddy menuturkan rapimnas ini merupakan yang kedua kali. Pertama, adalah pada Juli tahun lalu yang salah satu hasilnya adalah mengusung Presiden Joko Widodo sebagai calon presiden pada 2019. Rapat ini bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan Setya Novanto. Setya terpilih menjadi Ketua Umum Golkar dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa pada 17 Mei tahun lalu. "Rapimnas kali ini lebih strategis," ujar dia.

    Untuk mensukseskan itu, ucap Freddy, Partai Golkar akan meminta masukan dari berbagai pihak. Dan dalam acara Rapimnas ini, kata dia, ada lima pembicara dari luar pengurus partai. Yakni, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian, perwakilan KPU dan lembaga survei. "Dimulai besok," ujarnya.

    Ketua Harian Golkar Nurdin Halid menambahkan selain mempersiapkan kompetisi politik, partainya juga akan membicarakan masalah bangsa. Oleh karena itu, kata dia, tema Rapimnas Kali ini berjudul "Merajut Persatuan, Memperkokoh Jati Diri Partai Golkar Sebagai Pengawal dan Pengamal Pancasila," ujarnya.

    Tema itu, ucap Nurdin, diambil karena Golkar mulai melihat adanya polarisasi di tengah-tengah masyarakat. "Golkar harus memberikan kontribusi pemikiran untuk memperkokoh stabilitas dan persatuan negara," ujarnya.

    HUSSEIN ABRI DONGORAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.