KPK Apresiasi Upaya Polisi Ungkap Penyerang Novel Baswedan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian didampingi Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjawab pertanyaan wartawan usai menggelar pertemuan tertutup di gedung KPK, Jakarta, 5 Desember 2016. Pertemuan tersebut membahas tentang penandatanganan kerjasama antara KPK, Polri dan Kejagung dalam penerapan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan Elektronik (E SPDP) terkait kasus korupsi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian didampingi Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menjawab pertanyaan wartawan usai menggelar pertemuan tertutup di gedung KPK, Jakarta, 5 Desember 2016. Pertemuan tersebut membahas tentang penandatanganan kerjasama antara KPK, Polri dan Kejagung dalam penerapan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan Elektronik (E SPDP) terkait kasus korupsi. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, lembaganya mengapresiasi upaya polisi mengungkap penyerang Novel Baswedan. Tapi, kata dia, pertemuan reguler di antara kedua lembaga perlu dilakukan karena KPK berharap kasus ini segera tuntas. “Paling tidak kami mempercepat dan memonitor,” kata Agus Rahardjo, Jumat, 19 Mei 2017.


    Agus memastikan, KPK tetap mempertimbangkan untuk mengusulkan dibentuknya tim independen atau tim gabungan KPK-Polri untuk mengusut penyerangan terhadap Novel Baswedan. "Tunggu dua pekan. Kalau belum ketemu, kami evaluasi," ujarnya.

    Baca juga:
    KPK Usul ke Jokowi Bentuk TPF Kasus Novel Baswedan, jika... 
    Wakil Ketua KPK: Tim Independen Kasus Novel Baswedan Belum Perlu  


    Tim Kepolisian Daerah Metro Jaya dengan dipimpin Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Rudy Herianto menemui pemimpin Komisi Pemberantasan Korupsi. Kedua lembaga bersepakat meningkatkan koordinasi dalam mengungkap kasus ini. “Setiap dua pekan kami akan bertukar informasi, dari Polda Metro Jaya dan KPK,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, di gedung KPK, Jumat, 19 Mei 2017.

    Baca pula:
    Pembentukan Tim Independen Kasus Novel, Kapolri: Belum Diperlukan 

    Alasan Polisi Belum Bisa Mengungkap Penyerang Novel Baswedan


    Hingga kemarin, kepolisian belum berhasil mengungkap dua orang tak dikenal yang menyiramkan air keras ke wajah Novel Baswedan pada 11 April lalu. Akibat paparan air keras itu, kedua bola mata penyidik utama KPK tersebut harus dioperasi pada Kamis lalu.


    MAYA AYU PUSPITASARI | HUSSEIN ABRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.