KM Mutiara Sentosa Terbakar, Asal Api dari Truk di Kapal?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim penyelamat menemukan jenazah korban  kapal Mutiara Sentosa 1 yang terbakar di sekitar perairan Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Sabtu pagi, 20 Mei 2017. MUSTHOFA BISRI

    Tim penyelamat menemukan jenazah korban kapal Mutiara Sentosa 1 yang terbakar di sekitar perairan Pulau Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Sabtu pagi, 20 Mei 2017. MUSTHOFA BISRI

    TEMPO.CO, Surabaya -Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya bakal memperketat pengawasan terhadap kendaraan yang diangkut kapal roll on-roll off (roro). Hal ini menyusul peristiwa terbakarnya Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa I rute Surabaya-Balikpapan pada Jumat, 19 Mei 2017 pukul 16.00 WIB.

    "Tentu kami akan melakukan pembenahan pengawasan ke depan," kata Kepala Bidang Penjagaan, Patroli, dan Penyidikan Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Edi Sumarsono di posko informasi dan pencarian, Sabtu, 20 Mei 2017. (Baca: Tiga Mayat Berpelampung Ditemukan di Dekat Kapal Mutiara Sentosa)

    Edi menuturkan, pihaknya senantiasa memastikan setiap kapal yang berlayar memenuhi standar kelaikan sesuai peraturan Kementerian Perhubungan. Ram check alias uji petik, dilakukan di setiap pelabuhan yang menyelenggarakan kegiatan menaikkan dan menurunkan kapal penumpang.

    Begitu pula dengan KM Mutiara Sentosa I milik PT Atosim Lampung Pelayaran tersebut. Bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak pada Jumat, 19 Mei 2017 dini hari, kapal yang dinakhodai oleh Eddy Sarwoto itu juga tah menjalani uji petik sebelum berlayar. "Jumat lalu sudah dilakukan uji petik kok, dan layak. Makanya SPB-nya (Sruat Persetujuan Berlayar) keluar," ucapnya. (Baca: Penumpang KM Mutiara Sentosa yang Selamat Dievakuasi ke Surabaya  )

    Untuk itu, pihaknya masih menunggu proses penyidikan bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Berdasarkan informasi awal yang ia dapatkan, asap berasal dari percikan api salah satu kendaraan truk. "Proses penyelidikan belum dilakukan karena menunggu kedatangan Anak Buah Kapal (ABK) dan nahkoda," tutur Edi.

    Edi menegaskan, kapal yang laik jalan saja tak cukup. Penumpang, terutama kendaraan besar maupun kecil, wajib mematuhi peraturan selama pelayaran. Di antaranya ialah pengurangan volume Bahan Bakar Minyak, pelepasan aki (accu), dan larangan menghidupkan mesin. "Kami masih belum tahu dalam hal ini apakah ada pelanggaran dari kendaraan atau tidak."

    Edi mengatakan, laporan terkini menyebutkan terdapat 186 orang yang selamat dari total 187 orang di manifest kapal. Mereka dibawa ke Surabaya menumpang KM Dharma Kartika IX milik PT Dharma Lautan Utama, bersama dengan 100 penumpang kapal tersebut. Sedangkan 5 orang di antaranya, dinyatakan tak bernyawa. "Empat orang berjenis kelamin laki-laki sudah teridentifikasi. Satu orang belum dikenali," ujar dia. Semua jenazah diangkut oleh kapal SAR Widura 225 Surabaya. (Baca:  Nama-nama Korban Selamat Kapal Terbakar Mutiara Sentosa)

    Kesyahbandaran, kata Edi, belum mendapatkan instruksi dari Kementerian Perhubungan untuk menyelidiki penyebab peristiwa kebakaran itu.

    Sebelumnya, kapal milik PT. Atosim Lampung Pelayaran Surabaya,KM Mutiara Sentosa 1  terbakar pada posisi 05.33.845 S dan 114.31.271E sekitar 3 mil Timur Laut Pulau Masalembu. Kapal dengan berat GT. 12.365 itu mengangkut Anak Buah Kapal berjumlah 37 orang dan 80 unit kendaraan yang terdiri dari sepeda motor 2 unit, mobil kecil 21 unit, truk sedang 10 unit dan truk besar 47 unit.

    ARTIKA RACHMI FARMITA

    Video Terkait: Kapal Mutiara Sentosa I Terbakar, 2 Heli Diterjunkan untuk Evakuasi




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.