Mangkir, Tersangka Kasus Diksar Mapala UII Terancam Dijemput Paksa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolresta Karanganyar, AKBP. Ade Safri Simanjuntak memperlihatkan dua tersangka kasus Pembunuhan peserta diksar Mapala UII di polresta Karanganyar, Jawa Tengah, 27 April 2017. Polisi juga menunjukkan barang bukti berupa pakaian korban, sepatu tersangka, kamera, dan CPU komputer panitia. TEMPO/Bram Selo Agung

    Kapolresta Karanganyar, AKBP. Ade Safri Simanjuntak memperlihatkan dua tersangka kasus Pembunuhan peserta diksar Mapala UII di polresta Karanganyar, Jawa Tengah, 27 April 2017. Polisi juga menunjukkan barang bukti berupa pakaian korban, sepatu tersangka, kamera, dan CPU komputer panitia. TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.COKaranganyar - Enam tersangka baru kasus kekerasan dalam Diksar Mapala UII terancam dipanggil paksa. Sebab, mereka kembali mangkir dari pemeriksaan di Kepolisian Resor Karanganyar, Jumat, 19 Mei 2017. 

    Kepala Polres Karanganyar Ajun Komisaris Besar Ade Safri Simanjuntak mengatakan telah dua kali melayangkan panggilan. "Pada panggilan pertama awal pekan lalu para tersangka juga tidak hadir," katanya.

    Padahal polisi telah melayangkan surat panggilan rangkap empat untuk masing-masing tersangka. "Alasan bahwa mereka tidak menerima surat panggilan sangat tidak masuk akal," kata Ade.

    Baca: Kasus Diksar Mapala UII, Sidang Dakwaan Ditunda

    Surat panggilan itu dilayangkan ke tempat tinggal asal para tersangka. Surat yang sama juga dikirim ke rumah kos di Yogyakarta, rektorat UII, serta Sekretariat Mapala. Ade yakin surat yang dikirim pada awal pekan itu telah sampai ke alamat yang dituju.

    Menurut Ade, surat panggilan pertama dan kedua tersebut dikirim melalui jasa ekspedisi. "Jika surat tersebut tidak sampai, tentu ada pemberitahuan," katanya. Hingga saat ini, pihaknya tidak menerima pemberitahuan yang menyatakan surat gagal terkirim.

    Dia juga mengakui kuasa hukum para tersangka telah mengirim surat yang menyatakan para tersangka akan hadir pada Senin pekan depan. Hanya, penyidik telah memiliki jadwal yang sudah tersusun. "Jadwal pemeriksaan sudah disusun melalui perencanaan matang," katanya.

    Menurut Ade, penyidik akan segera merumuskan langkah yang harus dilakukan untuk menyikapi ketidakhadiran tersangka dalam pemeriksaan itu. Pihaknya akan menyiapkan beberapa alternatif. Salah satunya penjemputan paksa.

    Baca: Kasus Diksar Mapala UII, Alasan 6 Tersangka Mangkir Pemeriksaan

    "Jadi mereka tidak perlu repot-repot datang ke Karanganyar," katanya. Tim penyidik memiliki kewenangan melakukan penjemputan paksa yang dilanjutkan dengan penahanan.

    Para tersangka baru itu adalah DK alias J, NAI alias K, HS alias G, TN alias M, RF alias K, dan TAR alias L. Sedangkan dua tersangka lama, Angga dan Wahyudi, saat ini telah menjalani proses di pengadilan.

    Kuasa hukum para tersangka, Achiel Suyanto, mengaku para tersangka Diksar Mapala UII dan keluarganya belum menerima surat panggilan. "Surat panggilan pertama kemarin juga datangnya terlambat," katanya. Hal itu membuat kliennya tidak bisa datang memenuhi panggilan itu.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.