Wiranto: Upaya Penanggulangan Kebakaran Hutan Menuai Hasil  

Reporter

Editor

Setiawan

Menkopolhukam Wiranto (kanan) bersama Menkumham Yasonna Laoly (tengah), memberikan keterangan kepada awak media, di kantor Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta Pusat, 8 Mei 2017. Pemerintah mengatakan bahwa HTI terindikasi kuat telah bertentangan dengan tujuan, azas, dan ciri yang berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta membahayakan keutuhan NKRI. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.COJakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengatakan upaya pemerintah yang secara serius menangani kebakaran hutan dan lahan sudah menuai hasil. 

Baca: Pemerintah Bahas Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran ...

"Buktinya, tahun 2016, hotspot dan kebakaran hutan semakin menyusut. Pada 2017 ini seperti itu juga, hotspot-nya menyusut dan karhutla mengecil," kata Wiranto seusai rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution di kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis, 18 Mei 2017.

Menurut Wiranto, jumlah hotspot skala nasional merosot dari yang sebelumnya ribuan. "Tadi dilaporkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tinggal sekitar 116 titik," ucapnya. 

Wiranto menambahkan, ada berbagai cara untuk menangani bencana kebakaran hutan itu. Misalnya dengan pencegahan agar tidak ada pembukaan lahan baru di pinggiran hutan oleh petani dan mengajak perusahaan besar ikut berpartisipasi mencegah kebakaran hutan di lingkungan sekitar perkebunan mereka. 

Selain itu, kata Wiranto, dapat dilakukan pembuatan embung, sekatan, kanal, serta penyediaan pompa air.

Wiranto berujar pemerintah juga dapat melakukan deteksi dini dengan melihat hotspot di Indonesia secara cepat, dengan pengindraan dari satelit. "Kemudian setelah di lapangan juga ditinjau, bisa segera diatasi. Saya kira ini semua sudah dilakukan dari tahun ke tahun."

Dalam praktiknya, ujar Wiranto, kementerian telah melakukan pembagian tugas, yakni Kementerian Koordinator Perekonomian beserta kementerian yang dikoordinasikan melakukan pencegahan. Kementerian Politik untuk penanggulangan pasca-kebakaran, serta Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan untuk pemulihan lokasi bencana. "Jadi tiga menko ini, untuk urusan kebakaran hutan dan lahan, itu terdepan," katanya. 

Baca: Polda Riau dan BMKG: Kerawanan Kebakaran Hutan 2017 Cukup ...

Selain dari kementerian, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, kata Wiranto, ikut berperan, karena kebakaran hutan termasuk ke kategori bencana. "Sehingga dialah yang secara operasional ikut ambil bagian, bahkan menjadi pemeran utama mengatasi kebakaran hutan dan lahan." 

CAESAR AKBAR|SETIAWAN ADIWIJAYA






Membantai Sukarelawan Pemadam Kebakaran Hutan, 49 Orang di Aljazair Dihukum Mati

5 hari lalu

Membantai Sukarelawan Pemadam Kebakaran Hutan, 49 Orang di Aljazair Dihukum Mati

Sejumlah 49 terdakwa dihukum mati karena mengeroyok hingga tewas seorang sukarelawan yang membantu memadamkan kebakaran hutan di Aljazair.


MA Kabulkan PK Jokowi, Penggugat Ragukan Komitmen Pemerintah Tangani Kebakaran Hutan

11 hari lalu

MA Kabulkan PK Jokowi, Penggugat Ragukan Komitmen Pemerintah Tangani Kebakaran Hutan

LBH juga menyangsikan alat bukti baru atau novum yang disertakan dalam pengajuan PK Presiden Jokowi dalam kasus kebakaran hutan dan lahan pada 2015.


Siti Nurbaya dan Jokowi Dipuji Soal Deforestasi, Apa Kata Walhi?

18 hari lalu

Siti Nurbaya dan Jokowi Dipuji Soal Deforestasi, Apa Kata Walhi?

Walhi memandang dua faktor di balik susutnya deforestasi dan kebakaran hutan di Indonesia selama tiga tahun terakhir.


COP27, Menteri Siti dan Presiden Jokowi Dipuji Karena Deforestasi Berkurang

20 hari lalu

COP27, Menteri Siti dan Presiden Jokowi Dipuji Karena Deforestasi Berkurang

Data KLHK menyatakan laju deforestasi bisa ditekan ke titik terendah sebesar 113,5 ribu hektare pada 2020-2021. Tren menurun sepanjang 3 tahun pandemi


Climate Outlook BMKG: Banjir Tahun Ini, Kebakaran Hutan Tahun Depan?

38 hari lalu

Climate Outlook BMKG: Banjir Tahun Ini, Kebakaran Hutan Tahun Depan?

BMKG minta waspadai potensi kebakaran hutan dan lahan yang lebih tinggi pada 2023 dibandingkan 2020, 2021 maupun 2022 yang kemaraunya basah.


Bencana Alam Efek Cuaca Ekstrem di Indonesia

40 hari lalu

Bencana Alam Efek Cuaca Ekstrem di Indonesia

penyebab cuaca ekstrem adalah karena adanya Monsun Asia, anginnya berhembus secara periodik dari Benua Asia menuju Australia yang melewati Indonesia.


Kata Watimpres Wiranto soal Usulan MPR Agar Kepala Daerah Dipilih oleh DPRD

49 hari lalu

Kata Watimpres Wiranto soal Usulan MPR Agar Kepala Daerah Dipilih oleh DPRD

Wiranto menyebut bahwa usulan MPR agar kepala daerah kembali dipilih oleh anggota DPRD masih sebatas usulan


MPR Ingin Pemilihan Gubernur Secara Langsung Dievaluasi

51 hari lalu

MPR Ingin Pemilihan Gubernur Secara Langsung Dievaluasi

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan MPR bersama Wantimpres sepakat bahwa sistem demokrasi pascareformasi perlu dikaji


Korban Tewas dalam Banjir Bandang di Pakistan Bertambah 57 Orang

3 September 2022

Korban Tewas dalam Banjir Bandang di Pakistan Bertambah 57 Orang

Jumlah korban tewas akibat banjir bandang di Pakistan pada Sabtu, 3 September 2022, bertambah 57 orang, di mana 25 orang adalah anak-anak.


Kapolri Minta Jajarannya Raih Kepercayaan Publik untuk Terus Kawal Pemerintah

19 Agustus 2022

Kapolri Minta Jajarannya Raih Kepercayaan Publik untuk Terus Kawal Pemerintah

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan kepercayaan publik penting agar Polri dapat mengawal setiap kebijakan pemerintah.