Rizieq Akan Bawa Isu Kriminalisasi Ulama ke PBB, Kemlu Merespons

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Imam Besar FPI, Rizieq Syihab berorasi pada aksi 212 jilid II di depan Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, 21 Februari 2017. Mereka menuntut Ahok diberhentikan karena berstatus terdakwa dugaan penistaan agama. REUTERS/Darren Whiteside

    Imam Besar FPI, Rizieq Syihab berorasi pada aksi 212 jilid II di depan Gedung DPR/MPR/DPD, Jakarta, 21 Februari 2017. Mereka menuntut Ahok diberhentikan karena berstatus terdakwa dugaan penistaan agama. REUTERS/Darren Whiteside

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Luar Negeri tak banyak berkomentar mengenai tindakan petinggi Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Syihab, yang berencana membawa isu kriminalisasi ulama ke dunia internasional melalui Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Upaya tersebut diungkapkan Ketua Tim Advokasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) Kapitra Ampera, yang juga kuasa hukum Rizieq. 

    "Isu (di PBB) itu kan ada mekanisme sendiri, dari segi substansi dan prosedural ada caranya sendiri. Kami tidak tahu apa yang dimaksud oleh yang bersangkutan sehingga tak bisa berkomentar secara detail tentang ini,” kata juru bicara Kemlu, Arrmanatha Nasir, di gedung Kemlu, Pejambon, Jakarta, Kamis, 18 Mei 2017, terkait dengan rencana pemimpin FPI, Rizieq Syihab, membawa masalahnya ke PBB.

    Baca juga: 
    Kemenlu Siap Bantu Polisi Pulangkan Rizieq Syihab
    Ditanya Keberadaan Rizieq Syihab, Wiranto: Sudah Minggir Dulu...  

    Menurut Arrmanatha, sengketa yang bisa diajukan ke ranah PBB ataupun Mahkamah Pidana Internasional (ICC) hanya yang terkait dengan konteks antarnegara. “Hanya negara yang bisa angkat isu ini di tingkat seperti itu."

    Ia pun menekankan bahwa kedutaan besar RI di luar negeri tak memiliki wewenang atas tindakan warga negara Indonesia secara khusus. Data jumlah WNI dihitung melalui laporan keluar-masuknya WNI di negara yang bersangkut. "Dalam hal ini, apabila ada permintaan (memantau WNI) dari institusi di Indonesia, baru akan kita lakukan," ujarnya. 

    Baca pula: 
    Rizieq Syihab Pulang, Pengacara Jamin Laskar FPI Tak Ikut Jemput  
    Hari Ini Polda Metro Jaya Keluarkan Perintah Jemput Rizieq Syihab

    Wewenang untuk memulangkan Rizieq ke Indonesia pun bukan milik Kemlu RI. "Bisa minta bantuan Interpol, minta bantuan dari polisi di sana (negara lokasi Rizieq) untuk menahan yang bersangkutan atau memintanya pulang," tutur Arrmanatha. 

    Kapitra, Selasa lalu menyebut pemimpin FPIRizieq Syihab, telah bertemu dengan salah seorang perwakilan PBB di bidang hak asasi manusia saat berada di Malaysia. Menurut Kapitra, yang berbicara di Ar-rahman Quran Learning Center di Tebet Utara, Jakarta Selatan, Rizieq menyampaikan dugaan kriminalisasi yang dialaminya di Indonesia dan berencana mengajukan laporan resmi langsung ke PBB. 

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.