Napi Sialang Bungkuk Ini Serahkan Diri Setelah Kabur Sebelas Hari  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Tahanan Kelas II-B Sialang Bungkuk, Pekanbaru. RIYAN NOFITRA

    Rumah Tahanan Kelas II-B Sialang Bungkuk, Pekanbaru. RIYAN NOFITRA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ferdy Sihombing, 28 tahun, seorang narapidana Rumah Tahanan Kelas II-B Sialang Bungkuk, Pekanbaru yang kabur pada Jumat, 5 Mei 2017 menyerahkan diri kepada Kepolisian Resor Kota Pekanbaru. Napi kasus narkoba itu sempat sempat melarikan diri ke Tarutung, Sumatera Utara selama 11 hari.

    "Ferdy diserahkan langsung oleh keluarganya kepada petugas posko pencarian narapidana Polresta Pekanbaru," kata Kepala Sub Bagian Humas Polresta Pekanbaru Inspektur Dua Dodi Vivino, Rabu, 17 Mei 2017.

    Baca: Diduga Gembong Narkoba Jadi Otak Napi Kabur di Rutan Pekanbaru

    Ferdy merupakan satu dari 448 orang tahanan yang kabur saat kerusuhan di Rutan Sialang Bungkuk beberapa waktu lalu. Ferdy berhasil melarikan diri setelah menumpangi Taksi dan melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya di Tarutung, Sumatera Utara menggunakan bus angkutan umum.

    Di kampungnya, kata Dodi, Ferdy menyempatkan diri berziarah ke makam ibunya sebelum akhirnya menyerahkan diri.

    "Keluarganya membujuk menyerahkan diri," ucapnya.

    Ferdy diserahkan langsung oleh keluarganya kepada petugas posko pencarian narapidana Polresta Pekanbaru. Ferdy yang tersandung kasus narkoba dengan vonis 5 tahun penjara ini menyesali perbuatannya dan berjanji bakal menjalani proses hukum sebagaimana mestinya.

    "Saya jalankan sajalah," ujarnya kepada Tempo.

    Baca: 4 Hari Makan Ubi di Hutan, Napi Kabur di Pekanbaru Serahkan Diri

    Sebelumnya, sebanyak 448 tahanan kabur dari Rutan Kelas II-B Pekanbaru yang berada di Jalan Sialang Bungkuk Nomor 2, Tenayan Raya, Pekanbaru, dengan cara mendobrak salah satu pintu hingga terbuka. Para napi mengamuk diduga karena kekecewaan atas pelayanan rutan yang marak terjadinya praktek pungli.

    Para napi mengaku kerap dipersulit dalam pengurusan cuti bersyarat. Belum lagi suasana Rutan tidak kondusif lantaran melebihi kapasitas. Rutan yang seharusnya diisi untuk 369 orang justru dihuni lebih dari 1.800 tahanan. Hingga kini, polisi telah berhasil menangkap kembali 325 napi kabur. Sebanyak 123 napi lainnya masih buron.

    RIYAN NOFITRA

    Baca: Kisah Pelarian Napi Sialang Bungkuk yang Berakhir di Ember

    Video Terkait: 122 Napi yang Kabur Dari Rutan Pekanbaru Masih Buron




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.