Dirjen Lapas Kemenkum HAM: Idealnya Indonesia Butuh 1.000 Lapas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi narapidana/tahanan/penjara. REUTERS/Beawiharta

    Ilustrasi narapidana/tahanan/penjara. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Subang - Direktur Jenderal Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kementerian Hukum dan HAM I Wayan Kusnianta Dusak mengatakan Indonesia masih memerlukan ratusan penjara untuk merasionalisasikan jumlah penghuninya.

    "Idealnya kami memerlukan 1.000 lapas, tapi sekarang baru ada 512 lapas," kata Dusak saat ditemui di sela kunjungan kerja ke Lapas Kelas 2 Sukamelang, Subang, Rabu, 17 Mei 2017.

    Baca: 4 Hari Makan Ubi di Hutan, Napi Kabur di Pekanbaru Serahkan Diri

    Artinya, ujar Dusak, pihaknya masih kekurangan 488 lapas. Ia mengharapkan keberadaan lapas  minimal ada di setiap kabupaten dan kota. Sehingga, over kapasitas penghuni bisa dikurangi.

    Dusak mengharapkan setiap bupati atau wali kota bekerja sama dalam memenuhi ketersediaan lapas tersebut.  "Kalau diibaratkan, lapas di daerah itu WC di sebuah rumah. Kalau WC-nya bersih, maka rumah itu pun terbawa bersih. Kalau WC-nya kotor, satu rumah bisa kebawa baunya," ujarnya.

    Menurut dia saat ini terdapat 217 ribu warga binaan di seluruh Indonesia. Mereka menghuni 512 lapas yang ada. Lapas yang penghuninya paling banyak, kata dia, berada di wilayah Sumatera Utara dengan tahanan sebanyak 27 ribu.

    Simak: 17 Tahanan Kabur Ramai-ramai, Kapolres: Bangunan Sudah Tua

    Adapun  di seluruh wilayah Jawa Barat, penghuni lapas tercatat sebanyak 22.169 orang. Padahal, kapasitasnya hanya 15.925 orang. "Terjadi over kapasitas sampai 39 persen," ujar Kepala Kantor Wilayah Kemenkum HAM Jawa Barat Susi Susilawati.

    Untuk mengantisipasi over kapasitas, pihak Ditjen Lapas Kemenkumham terus melakukan terobosan-terobosan. Di antaranya melalui program kreatif produktif buat para warga binaannya dengan memanfaatkan dana CSR dari berbagai perusahaan yang memiliki kepedulian. "Di Lapas Sukamiskin Bandung, misalnya, para napi diajari budidaya jamur. Di Lapas Subang ada pembuatan meubel," ujar Dusak.

    Lihat: Napi Kabur di Makassar, Satu Orang Ditangkap di Poso

    Dengan memberikan keterampilan kepada warga binaan, ketika keluar Lapas mereka bisa menjadi warga yang normal dengan bekal keterampilan khusus.

    Di Lapas Kelas 2 Sukamelang, Dusak bersama Susi melakukan panen kacang tanah, padi Ciherang dan ikan hasil usaha warga binaan. Dusak juga meresmikan lapangan olah raga panahan dan menembak.

    NANANG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.