Ponggok Jadi Desa Wisata Terbaik, Ratusan Warganya Jadi Investor  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petani melakukan sortasi atau pemilihan kedelai hitam bermutu di Desa Ponggok, Bantul, Yogyakarta, Rabu (28/4). TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Petani melakukan sortasi atau pemilihan kedelai hitam bermutu di Desa Ponggok, Bantul, Yogyakarta, Rabu (28/4). TEMPO/Gunawan Wicaksono

    TEMPO.CO, Klaten - Dari sekitar 700 keluarga di Desa Ponggok, 430 di antaranya menjadi investor dalam usaha pengelolaan obyek wisata Umbul Ponggok. Karena itu, Desa Ponggok, yang berada di Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, terpilih sebagai desa wisata terbaik di Indonesia untuk kategori pemberdayaan masyarakat.

    Dari prestasi itu, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tirta Mandiri Desa Ponggok mendapatkan piala, piagam penghargaan, dan uang pembinaan senilai Rp 9 juta. "Penghargaan itu diserahkan saat Expo BUMDes di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada 13 Mei 2017,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Klaten Jaka Purwanto, Selasa, 16 Mei 2017. (Baca: Punya 840 Danau, Kemenpar Upayakan Penyebaran Wisatawan)

    Direktur BUMDes Tirta Mandiri Joko Winarno mengatakan sebagian warga Desa Ponggok sudah turut berinvestasi sejak BUMDes didirikan pada akhir 2009. Melihat obyek wisata Umbul Ponggok yang dikelola BUMDes Tirta Mandiri terus menunjukkan prospek yang cerah, jumlah warga yang berminat menanamkan modal semakin bertambah.

    Sekarang, sudah 76 persen keluarga di Ponggok yang berinvestasi. Nilai investasinya sekitar Rp 5 juta per keluarga. Adapun bagi hasil yang diperoleh berkisar 7-15 persen per bulan. "Tergantung pada tingkat kepadatan pengunjung,” ujarnya.

    Dari hasil penjualan tiket dan penyewaan peranti selam air dangkal (snorkeling), Joko mengklaim pendapatan dari Umbul Ponggok berkisar Rp 500 juta per bulan. Puncaknya pada musim libur Lebaran. "Tahun lalu, kami bisa mencapai Rp 1 miliar dalam sepekan,” ucapnya. (Baca: Potensi Wisata Indonesia Belum Dikenal di Eropa Timur)

    Dengan berinvestasi di BUMDes Tirta Mandiri, setiap satu keluarga bisa menerima bagi hasil sekitar Rp 400-500 ribu per bulan. Dengan pendapatan pasif (pasif income) yang diperoleh dari bagi hasil tersebut, warga Desa Ponggok memiliki tabungan untuk biaya pendidikan anaknya.

    Selain warga, sejumlah lembaga di Desa Ponggok juga turut berinvestasi di BUMDes Tirta Mandiri. “Tiap RW berinvestasi masing-masing Rp 50 juta, PKK Rp 100 juta, PAUD/TK juga berinvestasi Rp 25 juta,” ujarnya. Dengan turut berinvestasi, PAUD/TK di Desa Ponggok setiap bulan punya kas Rp 2,5 juta untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

    Joko menjelaskan, nilai investasi warga dan lembaga masyarakat di Umbul Ponggok saat ini masih di bawah 40 persen dari total investasi, dari sejumlah pemegang saham. Kendati demikian, Kepala Desa Ponggok Junaedi Mulyono mengklaim sudah tidak ada pengangguran di desanya. (Baca: Wisata Alam Jadi Destinasi Favorit Petualangan Generasi Milenial)

    “Lima tahun lalu memang masih ada warga miskin. Sekarang semua pengangguran terserap di BUMDes Tirta Mandiri," tuturnya.

    Pendapatan per kapita warga di Ponggok saat ini berkisar Rp 1,5- 2 juta,” kata Junaedi. Dia menambahkan, para ibu rumah tangga yang semula pengangguran kini turut diberdayakan dengan usaha olahan perikanan. (Baca: Naikkan Kemakmuran Warga, Presiden: Optimalkan Potensi Wakatobi)

    DINDA LEO LISTY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.