Kemenristekdikti: SBMPTN Berbasis Komputer Bebas Virus WannaCry  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Fenomena infeksi virus Ransomware WannaCry menyita perhatian seluruh otoritas informatika dan teknologi dunia, termasuk Indonesia. Penyebaran virus ini diperkirakan sudah semakin cepat, bahkan dalam hitungan menit.  Apa itu virus Ransomware WannaCry dan bagaimana cara mencegahnya?

    Fenomena infeksi virus Ransomware WannaCry menyita perhatian seluruh otoritas informatika dan teknologi dunia, termasuk Indonesia. Penyebaran virus ini diperkirakan sudah semakin cepat, bahkan dalam hitungan menit. Apa itu virus Ransomware WannaCry dan bagaimana cara mencegahnya?

    TEMPO.CO, Depok - Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Ainun Naim mengatakan pihaknya memastikan penyelenggaraan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) berbasis computer based test (CBT) bebas dari virus ransomware WannaCry. Tahun ini merupakan tahun kedua pemerintah menyelenggarakan SBMPTN berbasis komputer.

    "Risiko virus itu sudah diantisipasi. SBMPTN berbasis komputer berjalan dengan lancar," katanya setelah meninjau pelaksanaan SBMPTN di Universitas Indonesia, Selasa, 16 Mei 2017. (Baca: SBMPTN, Peserta di Makassar Intip Kunci Jawaban di Ponsel)

    Ia memastikan ujian SBMPTN berbasis komputer tidak akan terserang virus WannaCry karena jaringan yang digunakan hanya local area. Artinya, virus yang telah terdeteksi menyerang Indonesia sejak Sabtu lalu itu tidak akan tembus ke komputer peserta.

    "Ya, apalagi ini hanya sebatas lokal area," ujarnya. SBMPTN 2017 diikuti 797.023 peserta, dengan rincian 776.163 berbasis kertas atau paper based test dan 20.860 peserta CBT. (Baca: Apa Alternatif Buat Peserta yang Tak Lulus SBMPTN?)

    Kelompok ujian SBMPTN terbagi dalam tiga jenis. Pertama, kelompok ujian sains dan teknologi (saintek) dengan materi ujian tes kemampuan dan potensi akademik (TKPA) dan tes kemampuan dasar sains dan teknologi (TKD saintek). Kedua, kelompok ujian sosial dan humaniora (soshum) dengan materi ujian TKPA dan TKD soshum.

    Ketiga, kelompok ujian campuran dengan materi ujian TKPA, TKD saintek, dan TKD soshum. Selain itu, bagi peserta program studi di bidang seni dan keolahragaan akan mengikuti tes keterampilan. (Baca: Menkominfo: Teknisi IT Seluruh Dunia Cari Cara Atasi WannaCry)

    SBMPTN dilaksanakan selama tiga hari pada 16-18 Mei 2017 secara serentak di Indonesia. Ujian tulis dilaksanakan secara serentak di 42 panitia lokal yang terdiri atas perguruan tinggi negeri di Indonesia. "Tahun ini, ISI (Institut Seni Indonesia) dan ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) masuk dalam SBMPTN," ucapnya. (Baca: Marak Virus Ransomware WannaCry, ITS: SBMPTN Tak Terpengaruh)

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.