Harga Bawang Putih di Pasar Modern Melonjak Jelang Ramadan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bawang putih. shutterstock.com

    Ilustrasi bawang putih. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Makassar - Komisi Pengawasan Persaingan Usaha bersama pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah Kota Makassar melakukan inspeksi mendadak. Mereka menemukan harga bawang melonjak drastis di pasar modern. Misalnya di Hypermart dan Lotte Mart, harga bawang putih mencapai Rp 60 ribu per kilogram dan merah sekitar Rp 39 ribu per kilogram.

    Baca: Revisi Aturan, Kementan Wajibkan Importir Tanam Bawang Putih

    "Memang harganya bervariasi antara pasar tradisional dan modern," kata Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu'mang, Selasa 16 Mei 2017.

    Baca: Menteri Pertanian Ancam Importir yang Naikkan Harga Bawang Putih

    Menurut dia, harga bawang putih di pasar tradisional terbilang rendah yaitu hanya sekitar Rp 38 ribu perkilogram dan harga bawang merah sekitar Rp 25 ribu per kilogram. "Paling tinggi itu harganya bawang putih Rp 40 ribu per kilogram," kata Agus saat sidak, Selasa 16 Mei 2017.

    Karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar membeli bawang merah dan putih di pasar tradisional saja. "Kalau mau cari bawang, belilah di pasar tradisional," ujarnya.

    Baca: Harga Bawang Putih di Palembang Sentuh Rp 80 Ribu per Kg

    Sementara itu, Ketua Komisi Pengawasan Persaingan Usaha, Muhammad Syarkawi Rauf, mengatakan 97 persen bawang putih yang beredar di Indonesia itu impor dari Tiongkok. Sehingga, lanjut dia, banyaknya beredar di Indonesia itu merupakan hal yang wajar.

    "Memang mayoritas bawang putih itu diimport dari Cina, dari sekitar 498 ribu ton bawang putih sesuai kebutuhan nasional. Jadi kalau banyak bawang putih impor yang beredar, yah, memang harus seperti itu. Karena kita tidak menghasilkan bawang putih sendiri," ucap dia.

    Hal itu, menurut Syarkawi, berbeda dengan suplai bawang merah yang surplus dari dalam negeri sehingga tidak perlu impor. "Tapi semua stok cukup, makanya kami minta jangan sampai harganya ada yang mainkan," tambahnya.

    Sebab, menurut Syarkawi, KPPU tak segan-segan memberikan sanksi jika ada yang kedapatan bermain harga pangan. "Kalau ada kita akan ambil tindakan tegas kepada mereka, sanksinya bisa pidana bisa dalam bentuk denda persaingan," kata Syarkawi.

    Adi Kristanto, yang merupakan pimpinan Hypermart cabang Panakkukang Makassar, mengatakan harga bawang putih memang mahal karena barangnya diambil langsung dari Jakarta. "Tapi kita akan berusaha turunkan," ucap dia.

    Menanggapi usulan pemerintah yang menyarankan mengambil di pasar tradisional, Adi mengungkapkan ada mekanismenya. "Kalau memang kualitas bawang itu memenuhi ya pasti kita akan ambil," kata Adi.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?