Praperadilan Miryam S. Haryani, KPK Berharap Putusan Progresif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka dugaan pemberian keterangan palsu dalam sidang perkara dugaan korupsi e-KTP, Miryam S Haryani mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 1 Mei 2017. Mantan anggota Komisi II DPR Miryam yang sempat menjadi buronan KPK tersebut resmi ditahan di Rumah Tahanan KPK, Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Tersangka dugaan pemberian keterangan palsu dalam sidang perkara dugaan korupsi e-KTP, Miryam S Haryani mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 1 Mei 2017. Mantan anggota Komisi II DPR Miryam yang sempat menjadi buronan KPK tersebut resmi ditahan di Rumah Tahanan KPK, Jakarta. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta – Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, berharap hakim praperadilan Miryam S. Haryani memberikan putusan progresif karena kasus ini berkaitan dengan kasus yang lebih besar, yaitu tindak pidana korupsi pengadaan e-KTP.

    “Kami berharap ada putusan progresif dari hakim sehingga bisa mengungkap kasus e-KTP lebih leluasa ke depannya,” kata Febri Diansyah di kantor KPK, Selasa, 16 Mei 2017.

    Baca juga: Sidang Gugatan Praperadilan Miryam S. Haryani, Ini Jawaban KPK

    Dia menegaskan penetapan tersangka kepada Miryam S. Haryani telah sesuai dengan prosedur. Ia mengatakan KPK bakal menjelaskan secara rinci kepada hakim untuk menjawab praperadilan yang diajukan mantan anggota Komisi Pemerintahan periode 2009-2014 DPR tersebut. “Kami akan tunjukkan kepada hakim bahwa penetapan tersangka sudah sesuai ketentuan,” ucapnya.

    Febri mengatakan, dalam penetapan tersangka Miryam S. Haryani dalam dugaan memberi keterangan tidak benar dalam sidang korupsi e-KTP, pihaknya sudah menemukan bukti permulaan yang cukup. Dengan begitu, dalam praperadilan ini, KPK tidak ingin sidang menjadi tempat menguji bukti-bukti yang bersifat substansial. Sebab, bukti itu seharusnya diuji pada persidangan pokok di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

    Adapun penyidikan terhadap Miryam terus dilakukan. KPK terus memeriksa saksi-saksi dan tersangka dalam kasus e-KTP. Pada Jumat, 12 Mei 2017, Miryam diperiksa selama enam jam. Kuasa hukum Miryam, Heru Andeska, mengatakan pemeriksaan kliennya hari itu terkait dengan kesaksian pengacara Elza Syarief dalam sidang korupsi e-KTP pada 23 Maret dan 30 Maret 2017.

    Simak pula: 7 Poin Permohonan Praperadilan Miryam S. Hariyani

    Elza, yang pernah diperiksa KPK, menyatakan pernah melihat Miryam ditemui seorang pengacara bernama Anton Taufik di kantornya. Dalam pertemuan itu, Elza mengaku melihat berita acara pemeriksaan Miryam telah dicoret-coret.

    Sebelum masuk ke mobil seusai pemeriksaan, Miryam S. Haryani sempat membantah dugaan penyidik KPK. “Tidak ada (yang menekan untuk mencabut berita acara pemeriksaan),” katanya menjawab pertanyaan awak media mengenai adanya dugaan Miryam ditekan untuk mencabut berita acara pemeriksaan (BAP).

    DANANG FIRMANTO | MAYA AYU PUSPITASARI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.