SBMPTN, Panitia di Surabaya Klaim Aman dari Serangan Ransomware

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menristekdikti sedang membagikan soal SBMPTN. dok/unnes.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    Menristekdikti sedang membagikan soal SBMPTN. dok/unnes.ac.id KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Surabaya – PTN-PTN di Surabaya mengklaim ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) hari pertama lancar, termasuk aman dari gangguan serangan ransomware berupa Wanna Decryptor atau ramai disebut WannaCry.

    WannaCry merupakan malicious software (malware) atau program jahat yang menyerang komputer korban dengan cara mengunci atau mengenkripsi semua file yang ada sehingga tak bisa diakses lagi.

    Baca : Hari Ini SBMPTN, Panitia Antisipasi Virus Wannacry

    “Teknisi kami mengatakan bahwa aman-aman saja,” ujar Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih kepada wartawan di lokasi ujian, Selasa, 16 Mei 2017.

    Nasih mengatakan pihaknya menggunakan jaringan Internet internal alias intranet. Saat pengerjaan soal berbasis komputer, peserta tidak selalu mengakses jaringan selama dua jam. Sistem batch akan mengunggah jawaban peserta ke server yang berlokasi di sekitar tempat ujian. “Offline ke luar, jadi tidak menggunakan jaringan umum. Soal juga per lokasi sudah dipersiapkan,” tuturnya.

    Infografik: Mencegah Virus Ransomware Wannacry

    Unair pun senantiasa berkoordinasi dengan ketua panitia lokal 50 dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar tak sampai terjadi gangguan listrik terhadap komputer pribadi (PC) dan server-nya. Unair menggelar SBMPTN secara computer-based test (CBT) bagi 855 peserta yang tersebar di tiga kawasan kampusnya, dari total 6.400 peserta.

    Simak pula: 12.369 Peserta Ikuti Ujian SBMPTN di Jember, Panitia Waspadai Joki

    Senada dengan Unair, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menyatakan data dalam server telah dicadangkan. Ditambah lagi komputer-komputernya tergolong baru sehingga relatif tak ada kendala.

    “Virus (ransomware WannaCry) itu enggak masalah karena sistem kami offline. Online hanya beberapa menit,” tutur Wakil Rektor I UINSA sekaligus Ketua Panitia SBMPTN UINSA, Syamsul Huda.

    Pendaftar SBMPTN di panitia lokal 50 mencapai 55.230 peserta. Angka itu terdiri atas pemilih saintek (sains dan teknologi) mencapai 24.124 orang, soshum (sosial humaniora) sebanyak 24.095 orang, dan campuran 6.423 orang. Jumlah ini meningkat 9,06 persen dibanding ada 2016, yang sebanyak 50.641 orang, serta 2015 sekitar 47 ribu orang.

    ARTIKA RACHMI FARMITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.