Menteri Yasonna: Ancaman Pembunuhan terhadap Ahok Ada di YouTube

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat wawancara khusus dengan TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly saat wawancara khusus dengan TEMPO/Ridian Eka Saputra

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengatakan ancaman pembunuhan terhadap Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dia utarakan sebelumnya didasari informasi dari intelijen. Bahkan, video ancaman itu dapat dilihat melalui YouTube sebelum Ahok divonis hukuman penjara selama dua tahun oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

    Yasonna menolak menjelaskan rinci bentuk ancaman pembunuhan terhadap Ahok yang dimaksud. Dia hanya menyebut ancaman itu bisa dilihat melalui media sosial YouTube. "Ada lah kita (dapat) informasi dari intelijen dari mana-mana. Video YouTube juga ada kok," ujar dia dari dalam mobil dinasnya, Senin, 15 Mei 2017.

    Baca juga: Nyawa Ahok Terancam, Pengacara: Kami Tak Mendengar Isu Itu

    Yasonna pun kembali menegaskan bahwa ancaman itu tak menjadi satu-satunya alasan utama pemindahan penahanan Ahok dari Rumah Tahanan Cipinang, Jakarta Timur, ke Markas Komando Brigade Mobil, Kelapa Dua, Depok. Pemindahan itu juga merupakan hasil koordinasi pihak rutan dengan kepolisian, terkait dengan stabilitas keamanan di Rutan Cipinang sendiri.

    Lain dengan Yasonna, Kepala Rutan Cipinang Asep Sutandar sempat membantah munculnya ancaman terhadap Ahok. Namun, dia tak menutup kemungkinan tersebut mengingat sosok Ahok yang kini menjadi sorotan di masyarakat.

    "Itu ada kekhawatiran, apalagi di dalamnya (Rutan Cipinang) ada yang ditangkap-tangkapi oleh yang bersangkutan," kata Asep saat dikonfirmasi, Senin.

    Sebelumnya, kuasa Ahok, Rolas Sitinjak, membantah adanya ancaman pembunuhan terhadap kliennya.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.