Istana Bangun Jembatan Brantas Rp 52 Miliar di Kediri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penambang tradisional meniti jembatan bambu sambil mengangkat keranjang pasir  di Sungai Brantas, Kel. Banda Lor, Kediri, Jawa Timur, Rabu (5/9). ANTARA/Arief Priyono

    Penambang tradisional meniti jembatan bambu sambil mengangkat keranjang pasir di Sungai Brantas, Kel. Banda Lor, Kediri, Jawa Timur, Rabu (5/9). ANTARA/Arief Priyono

    TEMPO.COKediri - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, dan Menteri Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, membuka pembangunan proyek jembatan Sungai Brantas senilai Rp 52 milyar.

    Jembatan ini diharapkan bisa mengurangi kesenjangan perekonomian di wilayah barat dan timur sungai Kabupaten Kediri.

    Basuki dan Pramono mendatangi lokasi pembangunan jembatan Sungai Brantas di Desa Bangle, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri siang tadi.

    Keduanya melakukan peletakan batu pertama pembangunan proyek jembatan sepanjang 130 meter, yang melintang di atas Sungai Brantas dan mengubungkan Desa Bangle, Kecamatan Ngadiluwih dengan Desa Tambibendo di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

    “Pembangunan jembatan ini adalah inisiatif Pak Pramono Anung, saya hanya pelaksana saja,” kata Basuki memuji koleganya saat memulai peletakan batu pertama, Senin 15 Mei 2017.

    Pramono Anung sendiri mengaku sudah lama merencanakan pembangunan jembatan itu untuk menekan kesenjangan perekonomian antara kawasan barat sungai yakni Kecamatan Mojo dan timur sungai di Kecamatan Ngadiluwih.

    Kecamatan Mojo dikenal sebagai daerah pertanian dengan komoditas utama jagung, sedangkan Kecamatan Ngadiluwih merupakan pasar penjualan produk pertanian.

    Baca: Jembatan Cinta Klungkung Kembali Berfungsi

    Selama ini proses distribusi bahan pertanian dilakukan dengan menempuh jarak cukup jauh sehingga mempengaruhi harga jual akibat tingginya ongkos angkut.

    Selain itu keberadaan gedung sekolah juga banyak tersebar di Kecamatan Ngadiluwih, dimana anak-anak dari Kecamatan Mojo harus menggunakan jasa perahu tambang.

    “Selain memangkas harga kebutuhan pokok, juga pemerataan ekonomi dan pendidikan,” kata Pramono menjelaskan tujuan pembangunan jembatan itu.

    Baca: Jembatan Bokong Ambles, Jalan Lintas Negara RI-Timor Leste Putus

    Sebagai legislator yang berangkat dari daerah pemilihan Kediri, Pramono Anung mengaku banyak mengetahui kesulitan dan kendala masyarakat pemilihnya. Salah satunya adalah kurangnya akses transportasi yang menghubungkan dua wilayah diantara Sungai Brantas

    Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini menambahkan seluruh biaya pembangunan jembatan akan ditanggung oleh pemerintah pusat atau APBN. Diperkirakan pembangunan yang akan tuntas pada akhir tahun 2017 ini menelan biaya Rp 52 milyar dengan pengerjaannya diserahkan kontraktor lokal.

    Baca: Jembatan Cipamingkis Ambruk, Bupati Bogor: Itu Tugas Provinsi

    Sedikitnya 170 kepala keluarga yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan menjadi obyek pembangunan jembatan telah menerima ganti rugi lahan dari pemerintah Kediri.

    Pemerintah memberikan kompensasi uang sebesar Rp 75.000 untuk setiap tanaman pisang yang dipotong, dan Rp 5.000.000 untuk lahan seluas 14 meter persegi serta rumah yang menyesuaikan kondisinya.

    Sehingga total dana yang dicairkan dari APBD Kediri tahun 2016 untuk pembebasan lahan ini mencapai Rp 13 milyar.

    HARI TRI WASONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.