Sidang E-KTP, Jaksa Telusuri Keberadaan Satu Saksi yang Mangkir  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sidang kasus dugaan korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, kamis, 16 Maret 2017. RIDIAN EKA SAPUTRA

    Sidang kasus dugaan korupsi proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor Jakarta, kamis, 16 Maret 2017. RIDIAN EKA SAPUTRA

    TEMPO.CO, Jakarta – Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abdul Basir, mengatakan terus berupaya memanggil saksi Mario Cornelio Bernardo dalam sidang lanjutan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). “Kami sedang mengupayakan mencari (keberadaan Mario),” kata Abdul di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Senin, 15 Mei 2017.

    Mario adalah seorang pengacara. Ia merupakan bekas anak buah advokat Hotma Sitompul sekaligus keponakannya. Dalam dakwaan kasus e-KTP, Mario disebut menjadi perantara duit US$ 400 ribu dari Kementerian Dalam Negeri untuk diberikan kepada Hotma.

    Baca: Sidang E-KTP, Perusahaan Rekanan Mengaku Raih Keuntungan

    Pada sidang sebelumnya, Mario dan Hotma dijadwalkan untuk diperiksa. Namun Mario mangkir tanpa alasan. Sedangkan Hotma datang dan memberikan keterangan bahwa benar telah menerima duit tersebut. Namun mantan pengacara Kementerian Dalam Negeri itu telah mengembalikan US$ 400 ribu ke KPK.

    Pada sidang e-KTP Senin siang, ada tujuh saksi yang dijadwalkan diperiksa. Namun hanya enam orang yang hadir dari perwakilan perusahaan rekanan proyek e-KTP. Sedangkan Mario kembali mangkir. “Setahu saya tidak memberikan konfirmasi (alasan tidak hadir),” kata Abdul.

    Simak: Sidang E-KTP Hari Ini, Jaksa KPK Hadirkan 7 Saksi

    Jaksa KPK mengimbau agar Mario bersikap kooperatif memenuhi panggilan sidang. Mario merupakan pengacara yang pernah terjerat kasus suap. Pada Senin, 16 Desember 2013, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta memvonis Mario selama empat tahun penjara. Saat itu majelis hakim menyatakan Mario terbukti menyuap staf Mahkamah Agung (MA), Djodi Supratman, untuk mengurus perkara kasasi yang ditangani di MA.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.