Banjir Kutai Barat Meluas, BPBD: Ribuan Rumah Tergenang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi terkini di halaman markas Koramil Muara Lawa, Kutai Barat, Kalimantan Timur, 14 Mei 2017. Foto: Sapri Maulana

    Kondisi terkini di halaman markas Koramil Muara Lawa, Kutai Barat, Kalimantan Timur, 14 Mei 2017. Foto: Sapri Maulana

    TEMPO.COKutai Barat - Banjir yang melanda 12 kecamatan di Kutai Barat, Kalimantan Timur sejak 5 Mei lalu makin meluas. Terdapat 4.901 rumah yang terendam dengan jumlah penghuni 10.234 kepala keluarga atau total mencapai 34.955 jiwa.

    “Banjir sempat surut, dari 4 meter sekarang 3 meter. Besok tidak tahu, apalagi habis turun hujan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat Jenton kepada Tempo saat ditemui di lokasi banjir di Kecamatan Tering, Senin, 15 Mei 2017.

    Baca: Banjir di Kutai Barat, BPBD Laporkan Logistik Menipis 

    Selain merendam ribuan rumah, 26 sekolah, 25 rumah ibadah, 17 gedung instansi pemerintahan dan swasta, banjir menggenangi sejumlah lahan pertanian dan jalan raya. Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu. Siswa sekolah dasar yang ujian hari ini terpaksa mencari gedung alternatif agar ujian tetap berlangsung.

    “Para nelayan dan petani juga mengalami kesulitan bekerja. Yang jelas mereka (korban banjir) sangat riskan karena rumahnya tenggelam,” kata Jenton.

    Dengan logistik yang terbatas, BPBD Kutai Barat berupaya menjangkau warga sebisa mungkin. Jenton bersyukur karena di tengah keterbatasan itu kiriman bantuan berdatangan dari berbagai instansi meskipun masih kurang mencukupi.

    Simak: Curah Hujan Tinggi, Banjir Besar Landa Kutai Barat Kalimantan Timur 

    Agar bantuan merata, Jenton berharap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) ikut mengirimkan logistik. BPBD Kutai Barat, kata dia, akan mengajukan permohonan bantuan melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. 

    Di sisi lain, Jenton akan terus melakukan verifikasi data dan kondisi di lapangan. “Kami harap hasil dari pendataan di lapangan dapat menjadi pertimbangan BNPB untuk memberikan bantuan,” katanya.

    Dari hasi pendataan di lapangan, BPBD mencatat hal yang paling dibutuhkan korban banjir ialah makanan siap saji, seperti nasi bungkus. Tak hanya itu, obat-obatan, selimut dan bantuan alat transportasi ia akui sangat kurang. 

    Perahu yang digunakan masyarakat juga tidak layak dari segi keselamatan. “Perahu yang ada tidak memenuhi syarat. Setidaknya memerlukan 30 perahu lagi,” kata Jenton.

    SAPRI MAULANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.