Peringati Tragedi Mei 1998, Haris Azhar: Ada 2 Tipe Aktivis Reformasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Koordinator KontraS Haris Azhar memberi keterangan pers di kantor KontraS, Jakarta, 5 Oktober 2016. Menyambut hari jadi ke-71 TNI, KontraS membahas kinerja dan profesionalisme institusi TNI terkait frekuensi kekerasan yang dilakukan TNI baik secara institusi atau personel dalam setahun terakhir. ANTARA/Rosa Panggabean

    Koordinator KontraS Haris Azhar memberi keterangan pers di kantor KontraS, Jakarta, 5 Oktober 2016. Menyambut hari jadi ke-71 TNI, KontraS membahas kinerja dan profesionalisme institusi TNI terkait frekuensi kekerasan yang dilakukan TNI baik secara institusi atau personel dalam setahun terakhir. ANTARA/Rosa Panggabean

    TEMPO.CO, Jakarta - Tragedi Mei 1998 menjadi penggalan sejarah penting Indonesia. Menjelang lengsernya rezim Soeharto, yang berkuasa 32 tahun, pada 21 Mei 1998, beberapa peristiwa menyertainya, mulai Terbunuhnya mahasiswa dalam tragedi Trisakti, penjarahan massal, pendudukan gedung DPR/MPR oleh mahasiswa, hingga pengunduran diri Presiden Soeharto. Haris Azhar, aktivis mahasiswa dalam pergerakan reformasi itu, buka suara mengenang seluruh kejadian tersebut.

    Baca juga:
    Tragedi Trisakti, Keluarga Korban Minta Jokowi Tuntaskan Kasus
    Haris Azhar: Soal Ahok dan HTI, Permainan Politik Keseimbangan

    Haris, pendiri lembaga advokasi hukum dan hak asasi manusia Lokataru yang juga alumnus Fakultas Hukum Universitas Trisakti, menyebutkan tragedi Mei 1998 menjadi tonggak sejarah Indonesia baru. Namun, dalam perjalanan waktu, mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) itu merasa prihatin atas sikap beberapa aktivis reformasi yang saat ini menduduki jabatan-jabatan penting, baik di DPR maupun sumbu kekuasaan.

    Baca pula:
    Habibie Akan Serahkan Dokumen Tragedi Mei 1998 ke Jokowi

    “Mereka seharusnya bisa mendorong segala hal untuk tercapainya cita-cita reformasi, seperti  yang diperjuangkan sebelumnya,” kata Haris kepada Tempo, Senin, 15 Mei 2017. Tragedi Mei 1998 yang digerakkan mahasiswa berhasil menumbangkan rezim Soeharto dan mengedepankan agenda reformasi

    Menurut Haris Azhar, terdapat dua tipe aktivis reformasi. “Ada dua tipe aktivis reformasi. Dia masuk ke rezim lalu jadi ‘juru benar’ si rezim. Kasihan sama yang seperti ini,” ucapnya. Tipe lain, ujar dia, adalah mereka yang masuk ke posisi tertentu tapi bukan “juru benar”. “Yang tipe kedua ini lumayan, tapi sedikit jumlahnya,” ucapnya.

    S. DIAN ANDRYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.