Kasus Diksar Mapala UII, Polisi Periksa 6 Tersangka Baru Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peran pengganti tersangka memperagakan adegan kekerasan terhadap peserta pada rekonstruksi Diksar Mapala UNISI Universitas Islam Indonesia (UII) di desa Tlogodringo, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (13/3). Sebanyak 55 adegan diperagakan tanpa kehadiran tersangka dalam rekonstruksi dugaan kekerasan saat Diksar Mapala UII yang menewaskan tiga orang peserta Muhammad Fadli, Syaits Asyam dan Ilham Nur Padmy Listia Adi. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

    Peran pengganti tersangka memperagakan adegan kekerasan terhadap peserta pada rekonstruksi Diksar Mapala UNISI Universitas Islam Indonesia (UII) di desa Tlogodringo, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (13/3). Sebanyak 55 adegan diperagakan tanpa kehadiran tersangka dalam rekonstruksi dugaan kekerasan saat Diksar Mapala UII yang menewaskan tiga orang peserta Muhammad Fadli, Syaits Asyam dan Ilham Nur Padmy Listia Adi. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Resor Karanganyar menjadwalkan pemeriksa terhadap enam tersangka baru dalam kasus Pendidikan Dasar Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Islam Indonesia atau Diksar Mapala UII hari ini, Senin, 15 Mei 2017.

    Penetapan tersangka baru dalam kasus Diksar Malapa UII dilakukan setelah gelar perkara, Selasa, 9 Mei 2017. Setelah gelar perkara, Kepala Polres Karanganyar Ajun Komisaris Besar Ade Safri Simanjuntak mengatakan pihaknya langsung mengirimkan surat panggilan kepada tersangka untuk menjalani pemeriksaan hari ini.

    Baca: Kasus Diksar Mapala UII, Polisi: 6 Tersangka Baru dari Panitia

    Ade menyatakan surat panggilan ke masing-masing tersangka kasus Diksar Mapala UII dibuat rangkap tiga. "Satu dikirim ke kampus, satu ke kos, dan satu lagi ke rumah tempat asal," ujarnya, Selasa, 9 Mei 2017. "Kami berharap mereka bersikap kooperatif."

    Para tersangka baru tersebut adalah DK alias J, NAI alias K, HS alias G, TN alias M, RF alias K, dan TAR alias L. Menurut Ade, satu dari enam tersangka baru tersebut adalah perempuan.

    Polisi menggunakan beberapa pasal sekaligus untuk menjerat para tersangka. Pasal yang digunakan adalah Pasal 55, 170, dan 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. "Mereka diduga melakukan tindak kekerasan secara bersama-sama," ucap Ade. Mengenai kemungkinan penahanan seusia pemeriksaan terhadap tersangka baru, ia belum bisa memastikan.

    Baca: Kasus Mapala UII, Polisi: Panitia Berupaya Hilangkan Bukti

    Sebelumnya, polisi sudah menetapkan dua tersangka pada akhir Januari lalu. Saat ini, berkas perkara kedua tersangka telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Karanganyar dan tinggal menunggu disidangkan.

    Diksar Mapala UII berlangsung di Tawangmangu, Karanganyar, pada 13-20 Januari 2017. Tiga peserta tewas setelah mengikuti kegiatan tersebut. Dokter yang melakukan autopsi menemukan luka-luka pada tubuh para korban. Selain tiga peserta tewas, 34 peserta Diksar lain menderita luka-luka.

    AHMAD RAFIQ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.