Banjir Kendari Sulteng Landa 11 Kecamatan di Kota

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. REUTERS/Enny Nuraheni

    Ilustrasi banjir. REUTERS/Enny Nuraheni

    TEMPO.CO, Kendari -- 11 Kecamatan di Kota Kendari dilanda banjir akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara ini sejak Sabtu sore kemarin, 13 Mei 2017.

    Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Kendari banjir mengepung seluruh wilayah kota Kendari, yang terdiri dari 64 Kelurahan di 10 Kecamatan. Banjir terparah terjadi di wilayah-wilayah yang berdekatan atau dilintasi dengan anak sungai.

    Baca: Banjir Rendam 6 Desa di Kalimantan Timur, Perahu Karet Dibutuhkan

    “Semua titik dalam kota Kendari. Data sementara lokasi banjir terparah ada di Kecamatan Lepo-lepo tepatnya di seputaran Kali Wanggu, Kecamatan Kadia, Kecamatan Kendari Barat, Kecamatan Poasia tepatnya di Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kendari dan Kecamatan Baruga,” ujar Kepala BPBD Kota Kendari Suhardin, yang berada di Kecamatan Kadia sedang melakukan evakuasi warga saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya Minggu sore tadi .

    Menurut Suhardin pihaknya belum mendata secara detil korban banjir namun dirinya memastikan jika banjir terjadi di seluruh wilayah kelurahan di Kota Kendari.

    Baca: Banjir di Kutai Barat, BPBD Laporkan Logistik Menipis

    Banjir juga membuat rumah warga Kota Kendari terendam air dan sebagian tanah longsor. Kondisi itu pun membuat warga resah. Mereka pun terpaksa mengevakuasi barang-barang berharga yang dimiliki

    Salah seorang warga Kelurahan Mandongan Kecamatan Mandonga, Yusri, mengungkapkan banjir mulai melanda di lokasi tempat tinggalnya sekitaran Kelurahan Mandonga seja pukul 07.00 wita. Ketinggian air ujarnya mencapai lutut orang dewasa.

    Baca: Diguyur Hujan 2 Hari, Empat Kabupaten Sulawesi Tenggara Banjir

    Warga lainya Nugi, juga mengatakan hal yang sama, permukaan air mulanya hanya setinggi 10 -20 sentimeter dan perlahan naik mencapai setinggi lutut orang dewasa. Menyaksikan air masuk ke dalam rumahnya, dia pun hanya bisa pasrah. Hanya beberapa barang yang bisa ia selamatakan, sisanya terendam air keruh berwarna kecoklatan.

    “ Banjir seperti ini juga pernah terjadi tahun 2013 lalu. Sekarang terjadi lagi. Saya pasrah, kalau mau tuntut ganti rugi tidak mungkin pemerintah mau gantikan,” imbuh Nugi yang ditemui di lokasi banjir di Mandonga.

    Belum ada laporan terkait pasti terkait jumlah korban terdampak banjir maupun kerugian akibat terendam banjir. Namun kondisi wilayah Kota Kendari dan sekitarnya masih diguyur hujan.

    ROSNIAWANTY FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Keunggulan Bahan Bakar Campuran Biodiesel B30 Saat Uji Coba

    Biodiesel B30 akan diluncurkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi pada Desember 2019. Ini hasil B30 yang berbahan solar campur minyak kelapa sawit.