Percepat Penanganan Kasus TKI, Kemenlu Siapkan Diplomat Muda

Reporter

Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) mengenakan stiker merah-putih saat menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Hong Kong, China, 30 April 2017. REUTERS

TEMPO.CO, Semarang - Kementerian Luar Negeri telah menyiapkan para diplomat muda untuk membantu penyelesaian kasus yang menimpa Tenaga Kerja Indonesia. Jumlahnya para diplomat itu mencapai sepertiga dari jumlah staf kementerian di kantor perwakilan luar negeri. Mereka banyak menangani kasus sengketa ketenaga kerjaan di Malaysia dan Timur Tengah.

“Mereka diplomat muda yang menangani itu, saat ini kami ajak untuk diskusi dengan pemerintah daerah yang banyak mengirim TKI,” kata pejabat Fungsional Diplomat Madya, Kementerian Luar Negeri, Fahri Sulaeman, di Semarang, Sabtu 13 Mei 2017.

Baca juga: Kasus TKI Lompat dari Lantai 2, Muliati Disambut Tangis di Lombok

Fahri menjelaskan keberadaan diplomat muda itu untuk menjawab salah satu pilar kebijakan luar negeri, yakni kehadiran negara untuk advokasi WNI di negara asing. Keberadaan diplomat muda itu untuk memotong pihak ketiga dalam melayani kepengurusan, di antaranya persoalan kematian TKI dan urusan hak waris TKI.

“Peran diplomat muda bekerja sama dengan daerah untuk mempercepat itu,” kata Fahri menambahkan.

Tercatat pada akhir 2016 lalu terdapat 17.928 kasus menimpa WNI. Dari jumlah itu 69 persen mampu diselesaikan dengan cara koordinasi dengan pemerintah daerah. Dari jumlah kasus itu sebanyak 9.450 merupakan kasus yang dialami oleh pekerja di sektor domestik dan 600 pekerja di kapal laut.

Baca: Ada Pungutan Tambahan, TKI di Malaysia Makin Terbebani

Menurut Fahri, peran diplomat itu menyelesaikan kasus ringan hingga berat, seperti gaji tak dibayar hingga korban kekerasan. “Keberadaan mereka meyakinkan negara penerima jika ditemukan gaji TKI yang tertunggak,” katanya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Jawa Tengah, Wika Bintang, menyatakan kasus gaji tak terbayar bagi kerja Indonesia memang tinggi. Hal itu terjadi bagi TKI asal Jawa Tengah dengan total kasus sejak tahun 2012 hingga 2016 mencapai 1.533 kasus.

“Paling banyak gaji tak terbayar, mereka pulang tanpa membawa upah,” kata Wika.

Meski tak menjelaskan secara rinci, Wika menyebutkan dari 1.533 kasus yang menimpa TKI asal Jateng itu juga pemutusan hubungan kerja, putus komunikasi dengan keluarga, bekerja tak sesuai kotrak, pelecehan dan perdagangan manusia. “Ada juga yang meninggal dan dideportasi,” katanya.

EDI FAISOL

Baca: Buntut Pungutan, Pemerintah Perketat Permintaan TKI di Malaysia  






Myanmar Tak Diundang Lagi ke Bali Democracy Forum

4 hari lalu

Myanmar Tak Diundang Lagi ke Bali Democracy Forum

Kementerian Luar Negeri RI dengan tanpa menyebutkan alasannya, memastikan Myanmar tidak diundang ke Bali Democracy Forum pekan depan.


Beijing dan Manila Adu Mulut Perkara Puing Roket di Laut Cina Selatan

15 hari lalu

Beijing dan Manila Adu Mulut Perkara Puing Roket di Laut Cina Selatan

Filipina menuding kapal penjaga pantai Cina telah mengambil puing roket yang telah diamankannya di Laut Cina Selatan. Beijing membantah.


Menlu Rusia Dikabarkan Dirawat di Rumah Sakit setelah Tiba di Bali

22 hari lalu

Menlu Rusia Dikabarkan Dirawat di Rumah Sakit setelah Tiba di Bali

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dibawa ke rumah sakit setelah tiba di Bali untuk KTT G20


Tempat Parkir Pesawat Kepala Negara di KTT G20 Bakal Disebar ke Sejumlah Bandara

23 hari lalu

Tempat Parkir Pesawat Kepala Negara di KTT G20 Bakal Disebar ke Sejumlah Bandara

Bandara I Gusti Ngurah Rai menyiapkan 43 apron untuk kepala negara atau delegasi KTT G20, sedangkan sisanya 19 apron untuk penerbangan komersial


Duta Besar Damos Soroti Peran Indonesia di Konvensi Kejahatan Siber PBB

31 hari lalu

Duta Besar Damos Soroti Peran Indonesia di Konvensi Kejahatan Siber PBB

Pemangku kepentingan di Indonesia diminta fokus dan menaruh perhatian pada pembahasan konvensi kejahatan siber.


Amerika Beri Pelatihan Pencegahan Terorisme

31 hari lalu

Amerika Beri Pelatihan Pencegahan Terorisme

Peserta mendapat pelatihan untuk mencegah, mendeteksi, dan melumpuhkan terorisme dengan menggunakan unsur Kimia, Biologi, Radiologi, dan Nuklir (KBRN)


WNI Rampok Toserba di Tokyo, Rampas Uang Senilai Rp3,6 Juta

33 hari lalu

WNI Rampok Toserba di Tokyo, Rampas Uang Senilai Rp3,6 Juta

WNI ditangkap di Tokyo karena diduga merampok uang senilai Rp3,6 juta. Kemenlu akan mendampinginya.


Vladimir Putin Belum Putuskan Hadiri KTT G20

34 hari lalu

Vladimir Putin Belum Putuskan Hadiri KTT G20

Vladimir Putin belum memutuskan apakah aka menghadiri KTTG20 di Bali secara langsung.


Kementerian Luar Negeri Amerika Menuduh Rusia Membiarkan Kelaparan

34 hari lalu

Kementerian Luar Negeri Amerika Menuduh Rusia Membiarkan Kelaparan

Amerika menuduh Rusia membiarkan negara berkembang kelaparan setelah menarik diri dari kesepakatan ekspor gandum.


Rishi Sunak Jadi PM Inggris, Kementerian Luar Negeri Optimistis Kemitraan Strategis Tetap Lanjut

39 hari lalu

Rishi Sunak Jadi PM Inggris, Kementerian Luar Negeri Optimistis Kemitraan Strategis Tetap Lanjut

Di tengah masalah domestik Inggris yang menumpuk menyusul terpilihnya Perdana Menteri Rishi Sunak, Kementerian Luar Negeri berharap apa yang sudah menjadi kepentingan bersama di antara kedua negara akan terus berlanjut.