Kasus TKI Lompat dari Lantai 2, Muliati Disambut Tangis di Lombok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi: Sejumlah calon TKI ilegal asal Indonesia yang diduga menjadi korban perdagangan manusia diamankan oleh petugas BNP2TKI di ruang tunggu keberangkatan Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Maret 2016. dok.TEMPO

    Ilustrasi: Sejumlah calon TKI ilegal asal Indonesia yang diduga menjadi korban perdagangan manusia diamankan oleh petugas BNP2TKI di ruang tunggu keberangkatan Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Maret 2016. dok.TEMPO

    TEMPO.CO, Mataram - Kepulangan Muliati, TKI asal Lombok Barat yang sempat melompat dari lantai dua rumah majikannya di Riyadh, Arab Saudi disambut tangis haru keluarganya di Bandara Internasional Lombok, Jum'at malam, 12 Mei 2017.

    Rohani, ibunda Muliati sempat pingsan sesaat setelah memeluk dan mencium anaknya yang duduk di kursi roda. Air Mata Muliati dan ibunya tak bisa tertahan. Air mata haru juga terlihat di wajah Mawardi, suami Muliati yang turut hadir menyambut istrinya.

    Baca : Hendak Diperkosa, TKI di Riyadh Nekat Lompat dari Rumah Lantai 2

    Kepulangan Muliati ke Lombok disambut staf Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) NTB, Dinas Tenaga Kerja Lombok Barat dan Pusat Bantuan Hukum Buruh Migran (PBHBM) NTB.

    Muliati pulang dalam keadaan sakit, akibat aksinya melompat dari lantai dua rumah majikannya. Karena kendaraan tak bisa masuk, untuk bisa sampai dirumahnya dia harus dibopong suaminya dari jalan Raya.

    "Saya sedih melihat kondisinya, tapi syukur istri saya sudah pulang," kata Mawardi, beberapa setelah tiba di rumahnya di Dusun Kebon Orong, Desa Kebon Baru, Kecamatan Kediri, Lombok Barat.

    Koordinator PBHBM NTB, Muhammad Shaleh mengatakan langkah selanjutnya setelah Muliati pulang adalah bagaimana mengupayakan pemulihan kesehatannya. "Bersama pemerintah NTB, Lombok Barat dan BP3TKI kita akan memeriksakan kesehatan Muliati. Yang penting adalah bagaimana Muliati bisa segera pulih, setelah itu baru kita lakukan langkah-langkah berikutnya." kata Shaleh.

    Seperti diberitakan sebelumnya, lantaran menghindar dari upaya perkosaan oleh anak majikannya, Muliati memilih melarikan diri dengan melompat dari lantai dua rumah majikannya di Riyadh, Arab Saudi.

    Simak juga : Kisah Ruminah Terjebak Jaringan Perdagangan Orang di Timur Tengah

    Karena aksi nekadnya ini, dia mengalami luka yang cukup serius hingga harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit setempat. Peristiwa yang menimpa Muliati baru diketahui setelah kasus yang menimpanya sempat dipublikasikan oleh sesama rekan TKW di Riyadh melalui media sosial. Keluarga Muliati yang kebingungan akhirnya melapor ke PBHBM untuk meminta bantuan pemulangannya.

    Sekitar satu bulan lamanya Muliati ditampung dan dirawat oleh sesama TKW di Riyadh, sampai akhirnya sepekan lalu PBHBM mendapat kiriman video dari Muliati yang mengabarkan kondisinya yang sudah mulai pulih.

    Muliati diduga kuat adalah korban perdagangan manusia. Berdasarkan data yang dihimpun PBHBM, Muliati berangkat ke Riyadh menggunakan Kartu Tanda Kerja Ke Luar Negeri (KTKLN) yang terbit 21 September 2016, sementara diketahui bahwa sejak 2015 sudah ada larangan pengiriman TKI wanita atau TKW ke Timur Tengah, termasuk ke Riyadh, Arab Saudi.

    ABDUL LATIEF APRIAMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.