Orangutan Albino Segera Dilepasliarkan di Lokasi Rahasia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orangutan albino yang belum dinamai duduk di sangkar karantina di sebuah pusat rehabilitasi Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, 30 April 2017. Satwa ini diperkirakan berusia 5 tahun dan berjenis kelamin betina. AP/Indrayana/BOSF

    Orangutan albino yang belum dinamai duduk di sangkar karantina di sebuah pusat rehabilitasi Nyaru Menteng, Kalimantan Tengah, 30 April 2017. Satwa ini diperkirakan berusia 5 tahun dan berjenis kelamin betina. AP/Indrayana/BOSF

    TEMPO.CO, Palangkaraya - Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, milik Yayasan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) segera melepasliarkan 1 individu orangutan albino yang berhasil diselamatkan akhir April 2017 lalu di Desa Tanggaring, Kabupaten Kapuas Provinsi Kalteng. Namun dengan alasan keamanan lokasi pelepasliaran orangutan usia 5 tahun itu tak akan diumumkan kepada khalayak.

    Hal itu dikatakan Deny Setiawan, Program Manager Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng, Palangkaraya, Kalteng disela kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Pusat Rehabilitasi orangutan Nyaru Menteng, Jumat, 12 Mei 2017. "Nanti kalau kita akan melakukan pelesliaran kita tak akan memberikan informasi apapun (hidden). Ini semua demi keselamatan Orangutan itu sendiri," tegasnya.

    Baca : 6 Orangutan Dilepasliarkan di Hutan Kehje Sewen

    Dirahasiakanya lokasi pelepasliaran ini bukan tanpa alasan, sebab menurut dia Ini binatang sangat langka dan juga merupakan kasus baru pasti jadi incaran banyak orang. Misalnya untuk penelitian dan lain-lain,ujarnya.

    Pusat Rehabilitasi Orangutan Nyaru Menteng saat ini terus dilakukan evaluasi terhadap Orangutan Albino yang berjenis kelamin perempuan itu.

    Mereka mengakui saat ini kendalanya yakni sangat minimnya informasi bagaimana cara menangani Orangutan yang Albino.
    Simak : Orang Utan Dibantai, Menteri Siti: Akan Dilihat Tradisi Lokal

    Karena itu untuk mengatasinya Yayasan BOSF tengah melakukan komunikasi dengan ahli hewan albino dari Jerman untuk belajar gimana proses treatment mereka dulu.

    "Jadi kita masih evaluasi. Setelah dilakukan evaluasi maka langkah selanjutnya yakni dimana akan dilakukan pelepasliaran," jelasnya.

    Lokasi pelepasliaran juga dinilai sangat penting, hal ini karena sangat riskan sekali bila hanya begitu saja melepasliarkan.

    " Kita tidak tahu bagaimana interaksi orangutan yang normal dan Albino dan juga tidak tahu," ujar Deny Setiawan lagi. Ditambahkannya, sejauh ini primata langka ini kondisinya semakin membaik dari awalnya kurus sekarang sudah sehat dan gemuk.

    KARANA WW



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.