Korupsi E-KTP, KPK Periksa Lagi Mantan Sekjen Kemendagri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Diah Anggraini, Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri. Tempo/Jati Mahatmaji

    Diah Anggraini, Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri. Tempo/Jati Mahatmaji

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil kembali mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Diah Anggraini, sebagai saksi dalam dugaan korupsi e-KTP atau kartu tanda penduduk elektronik hari ini, Jumat, 12 Mei 2017. Diah dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.

    Selain Diah, hari ini penyidik KPK juga memanggil tiga orang swasta dalam kasus yang sama. Mereka adalah Direktur Utama PT Karsa Wira Utama, Winata Cahyadi; serta dua anggota tim Fatmawati, Eko Purwoko, dan Gugun. "Ketiganya juga diperiksa sebagai saksi untuk AA (Andi Agustinus alias Andi Narogong)," kata juru bicara KPK Febri Diansyah, Jumat, 12 Mei 2017.

    Baca: Setya Novanto Serahkan Kasus E-KTP ke Penegak Hukum

    Diah Anggraini sudah sering diperiksa dalam perkara e-KTP. Ketua KPK Agus Rahardjo pernah mengungkapkan Diah adalah salah satu saksi yang berperan sentral. Dalam dakwaan Irman dan Sugiharto pun, namanya disebut bersama-sama dengan terdakwa memperkaya diri sendiri dan orang lain menggunakan dana proyek e-KTP.

    Sementara itu, Winata Cahyadi, pernah ikut dalam pilot project e-KTP bersama Andi Narogong. Namun, perusahaannya tidak dilibatkan dalam pelaksanaan tender. Saat bersaksi dalam sidang e-KTP, Winata sempat mengungkapkan adanya lobi-lobi ke DPR agar proyek ini disetujui.

    Baca: Telusuri Peran Setya Novanto di E-KTP, Jaksa Panggil Paulus Tanos

    Dalam konstruksi korupsi proyek senilai Rp 5,9 triliun ini, Andi Narogong diduga membentuk Tim Fatmawati untuk merekayasa tender proyek. Tim yang terdiri dari berbagai vendor itu kerap melakukan pertemuan untuk membahas pembentukan konsorsium-konsorsium yang akan mengikuti tender.

    Proyek e-KTP ini akhirnya dimenangkan konsorsium Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) yang dibentuk oleh Andi Narogong. Akibat korupsi yang dilakukan sejak dalam proses pembahasan, proyek ini diduga merugikan keuangan negara hingga Rp 2,3 triliun.

    Baca: KPK Dalami Aliran Dana Proyek E-KTP ke Hotma Sitompul

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.