Pesan Berantai Penangguhan Ahok Dikabulkan Hanya Hoax

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang warga membawa selembar kertas bertuliskan

    Seorang warga membawa selembar kertas bertuliskan "Justice for Ahok" saat berkumpul bersama Adie MS menyanyikan sejumlah lagu kebangsaan Indonesia di Gedung Balai Kota, Jakarta, 10 Mei 2017. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota tim pengacara Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, I Wayan Sudirta mengatakan, kabar tentang dikabulkannya penangguhan penahanan kliennya pada hari ini, Kamis, 11 Mei 2017 adalah berita palsu. Menurut Wayan, tidak mungkin penangguhan penahanan dikabulkan pada hari libur.

    “Itu penipu, hari ini hari libur. Mana mungkin orang mengabulkan penangguhan penahanan hari ini. Itu hoax,” kata I Wayan Sudirta saat dihubungi Tempo, Kamis 11 Mei 2017.

    Baca: 3 Hakim yang Vonis Ahok 2 Tahun Penjara Dapat Promosi  

    Wayan menuturkan, usai Majelis Hakim yang diketuai Dwiarso Budi Santiarto memvonis Ahok dengan hukuman penjara dua tahun, suami dari Veronica Tan itu langsung menyatakan banding. Hal itu disusul oleh tim pengacara Ahok yang mengirimkan berkas banding ke pengadilan tinggi.

    Baca: Vonis Ahok, Hidayat Nur Wahid Tolak Pasal Penistaan Agama Dihapus

    “Pertama, kami menyatakan banding, kedua mengajukan permohonan untuk pengambilan putusan hakim, ketiga, mengajukan permohonan penangguhan dengan penjamin-penjaminnya,” tutur Wayan.

    Ia menambahkan, hingga saat ini tim pengacara Ahok juga belum mendapatkan konfirmasi dari pihak pengadilan tinggi mengenai tindak lanjut permohonan banding tersebut. “Permohonan kami belum ditandatangani. Pengadilan tinggi mengatakan masih menunggu berkas perkara dari pengadilan negeri untuk dikirim ke pengadilan tinggi,” tuturnya.

    Menurut Wayan dirinya difitnah atas beredarnya berita yang mengatasnamakan dirinya. Dalam pesan berantai itu menyebutkan bahwa permohonan Basuki Tjahaja Purnama telah dikabulkan dan ditandatangani ketua pengadilan tinggi jakarta. Dalam pesan itu juga tertulis bahwa pembebasan Ahok akan dilakukan pukul 21.00 WIB sambil menunggu prosedur yang wajib dilakukan.

    DESTRIANITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.