Jumat, 16 November 2018

Polisi Ciduk 8 Provokator Aksi Dukung Ahok di Yogyakarta

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Empat orang ditangkap dan diamankan karena diduga akan berbuat ricuh ketika aksi lilin untuk Ahok berlangsung di Tugu Putih Yogyakarta.  HAND WAHYU

    Empat orang ditangkap dan diamankan karena diduga akan berbuat ricuh ketika aksi lilin untuk Ahok berlangsung di Tugu Putih Yogyakarta. HAND WAHYU

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Kepolisian Resor Kota Yogyakarta menangkap delapan orang provokator saat aksi damai di Tugu Paal Putih Yogyakarta, Rabu malam, 10 Mei 2017. Hingga Kamis siang, mereka diperiksa di markas kepolisian itu. Polisi masih mendalami peran masing-masing saat terjadi keributan.

    "Begitu mereka terindikasi memprovokasi, kami langsung amankan," kata Kepala Kepolisian Resor kota Yogyakarta Komisaris Besar Tommy Wibisono, Kamis, 11 Mei 2017.

    Baca: Aksi Dukung Ahok di Yogya Diganggu Massa, 6 Provokator Diciduk

    Untuk menjaga kondisi Yogyakarta aman dan damai, Kapolres tidak akan membiarkan ada orang atau kelompok yang akan membuat keributan, merusak keamanan serta kenyamanan masyarakat. Kedelapan orang itu oleh polisi dinilai mengganggu keamanan dalam aksi damai.

    Aksi damai itu sendiri digelar oleh Aliansi Merapi Merawat Pancasila Untuk Pancasila.  "Kami tidak mau Yogyakarta  tidak aman gara-gara segelintir orang yang akan merusak citra sebagai kota wisata, kota pelajar dan kota budaya, " kata  Tommy.

    Simak: Pengumpulan KTP untuk Jaminan Pembantaran Ahok Terus Berlangsung  

    Dalam aksi damai di perempatan Tugu Yogyakarta juga menyebut dukungan kepada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang divonis 2 tahun penjara dalam kasus penodaan agama. Beberapa massa dari kelompok lain mengendarai sepeda motor dan membleyer knalpot untuk memprovokasi sehingga timbul keributan. "Mereka pasti ada yang menggerakkan, kami proses sesuai hukum," kata dia.

    MUH SYAIFULLAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tangis Baiq Nuril, Korban Pelecehan Yang Dipidana

    Kasus UU ITE yang menimpa Baiq Nuril, seorang guru SMAN 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat, mengundang tanda tanya sejumlah pihak.