Ahok Ditahan, Komunitas Kampus di NTT Gelar Aksi Damai Jaga NKRI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menggelar Malam Solidaritas atas Matinya Keadilan di Tugu Proklamasi, Pegangsaan, Jakarta, 10 Mei 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menggelar Malam Solidaritas atas Matinya Keadilan di Tugu Proklamasi, Pegangsaan, Jakarta, 10 Mei 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.COKupang - Komunitas Perguruan Tinggi di Nusa Tenggara Timur, Kamis, 11 Mei 2017, menggelar aksi damai di Taman Nostalgia, Kota Kupang, untuk mengajak seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Aksi itu merespons vonis terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dipenjara 2 tahun.

    "Kami komunitas perguruan tinggi menyatakan sikap sebagai pilar terdepan dalam mengawal tegaknya NKRI," kata Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Fred Benu saat membacakan pernyataan sikap komunitas perguruan tinggi di Kupang.

    Baca:
     Inginkan Rekonsiliasi Pasca-Ahok Ditahan, Ini Langkah GNPF-MUI

    Aksi damai tersebut dihadiri ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di NTT, seperti Undana, Universitas Widya Mandira (Unwira), Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW), Universitas Flores, Sekolah Tinggi Agama Kristen Indonesia, serta Akademi Keuangan dan Perbankan Efata. 

    Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyanyikan lagu-lagu kebangsaan sambil memegang balon warna-warni dan menggelar aksi teatrikal. Para rektor dari Komunitas Perguruan Tinggi juga menandatangani kesepakatan bersama untuk menjaga keutuhan NKRI.

    Aksi ini digelar, menurut Fred, karena Indonesia tengah dihadapkan dengan persoalan besar menyangkut keutuhan bangsa dan negara. Kebinekaan dan eksistensi NKRI sedang “digugat” sekelompok kecil elemen bangsa karena kepentingan sesaat yang pragmatis dan egoisme.

    Dalam tuntutannya, Fred melanjutkan, Komunitas Perguruan Tinggi menyatakan sikap melanjutkan legasi pembangunan bangsa demi tegak dan langgengnya NKRI, serta menolak segala bentuk intoleransi dan radikalisme di semua perguruan tinggi di daerah ini.

    Mahasiswa S-2 Undana, Sokan, menyatakan aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas dari perguruan tinggi dan mahasiswa untuk tetap menjaga keutuhan NKRI serta toleransi antar-umat beragama yang sudah terjalin dengan baik di daerah ini. "Bentuk aspirasi kami bagi bangsa dan daerah atas persoalan-persoalan yang sedang melanda bangsa ini," ujarnya. 

    YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.