JK Sebut Pendekatan Ekonomi Biru Amat Penting, Ini Penjelasannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres JK memberi keterangan seusai menerima perwakilan demonstran, Jumat, 4 November 2016. Amirullah/Tempo

    Wapres JK memberi keterangan seusai menerima perwakilan demonstran, Jumat, 4 November 2016. Amirullah/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan pendekatan ekonomi biru (blue economy) sangat penting dalam dalam pengelolaan sumber daya di bidang maritim. Ini membuat Indonesia berkomitmen menerapkan pendekatan tersebut.

    "Ekonomi biru adalah pendekatan sistemik yang bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan bidang kelautan dengan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan pelibatan masyarakat yang inklusif," kata Kalla saat membuka konferensi tingkat menteri IORA ke-2 tentang ekonomi biru (blue economy), di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Mei 2017.

    Baca : Jusuf Kalla Bicara Lagi Soal Kesenjangan Kaya dan Miskin

    Pendekatan tersebut, kata Kalla, khususnya juga akan mengelaborasi berbagai area yang belum berkembang, seperti pariwisata maritim, pelibatan sektor swasta dalam infrastruktur, pelabuhan, pembiayaan inklusif, dan ancaman sampah plastik yang harus ditangani.

    Menurut Kalla, implementasi ekonomi biru adalah untuk mewadahi pertumbuhan ekonomi berbasis samudera secara langsung. Ini terkait dengan ancaman, tantangan dan kesempatan di Samudera Hindia, khususnya untuk kesejahteraan manusia dan kehidupan komunitas pesisir, serta keamanan pangan dan keamanan maritim.

    "Kita menyadari isu terkait samudera dan aspek sosialnya sangat jelas terkait, terhubung, dan perlu ditanggapi dengan pendekatan yang komprehensif dan holistik," kata Kalla.

    Kalla menegaskan Indonesia berkomitmen mengimplementasikan pendekatan ekonomi biru yang dilaksanakan dalam beberapa prinsip. Yaitu kreativitas, inovasi, penggunaan sumber daya lokal yang bertujuan mengurangi limbah.

    Ini dilakukan Indonesia untuk mencapai manajemen sumber daya yang lebih baik di masa depan. Indonesia juga berkomitmen memberantas sampah plastik di laut. "Dan kami memiliki target untuk mengurangi sampah plastik hingga 70 persen pada 2025," kata Kalla.

    Lihat juga : Diplomasi Indonesia Perjuangkan Visi Maritim di IORA

    Lebih jauh Kalla menegaskan, sebagai negara yang terletak di lingkar Samudera Hindia, dan negara kepulauan yang dikelilingi lautan, Indonesia berkomitmen untuk membangkitkan semangat kelautan. Sejalan dengan komitmen ini, Indonesia akan akan melakukan tiga upaya yang akan dilakukan.

    Pertama, memanfaatkan sumber daya kelautan dengan cara yang berkelanjutan. Kedua, Indonesia akan membangun dan mengembangkan infrastruktur dan konektivitas maritim. Ketiga, Indonesia akan menguatkan diplomasi dan pertahanan maritim.

    "Karena itu, visi maritim sangat penting dan sangat diperlukan bagi negara kami," kata Kalla. Visi maritim ini, kata dia, diterjemahkan ke dalam visi nasional Indonesia sebagai poros maritim dunia, yang menginginkan Indonesia sebagai negara maritim yang mandiri, maju, dan terus bertumbuh. "Serta dapat berkontribusi secara positif bagi keamanan serta perdamaian kawasan dan global," kata Kalla

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.