SBMPTN, 797.023 Peserta Berebut Kursi Perguruan Tinggi Negeri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta melaksanakan ujian SBMPTN berbasis komputer di ITB, Bandung, Jawa Barat, 31 Mei 2016. Panitia Lokal 34 Bandung menyiapkan 2.304 ruangan yang akan digunakan oleh 46.056 peserta ujian seleksi. TEMPO/Prima Mulia

    Peserta melaksanakan ujian SBMPTN berbasis komputer di ITB, Bandung, Jawa Barat, 31 Mei 2016. Panitia Lokal 34 Bandung menyiapkan 2.304 ruangan yang akan digunakan oleh 46.056 peserta ujian seleksi. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Solo – Panitia Pusat Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) telah menutup pendaftaran pada 9 Mei 2017. Jumlah pendaftar yang akan mengikuti seleksi itu mencapai 797.023 orang.

    ”Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu,” kata ketua panitia pusat SBMPTN 2017, Ravik Karsidi, di Surakarta, Rabu, 10 Mei 2017. Pada tahun lalu, seleksi ini hanya diikuti oleh 721.326 peserta.

    Baca juga: Hari Terakhir, Pendaftar SBMPTN Bandung 46 Ribu Lebih

    Sedangkan jumlah perguruan tinggi yang bergabung dalam seleksi itu mencapai 85 perguruan tinggi negeri. “Tahun lalu hanya 78 perguruan tinggi negeri,” katanya. Tahun ini, Institut Seni Indonesia (ISI) di beberapa kota mulai menerima mahasiswa dari jalur SBMPTN.

    Bertambahnya perguruan tinggi negeri yang bergabung membuat daya tampung mahasiswa yang diterima melalui jalur SBMPTN juga bertambah. “Saat ini daya tampungnya mencapai 128.085 kursi,” katanya.

    Dari ratusan ribu pendaftar tersebut, 20.860 di antaranya akan mengikuti ujian melalui sistem computer-based test (CBT). “Tahun depan, kami berharap peserta ujian dengan sistem CBT ini bisa meningkat sepuluh kali lipat,” kata Ravik.

    Ujian tertulis dan CBT akan dilakukan secara serempak pada 16 Mei. Menurut Ravik, persiapan pelaksanaan ujian sudah berjalan sesuai rencana.

    ”Soal sudah mulai terdistribusikan dengan pengamanan ketat,” katanya. Berkas soal SBMPTN tersebut dicetak di delapan percetakan serta universitas. “Jumlah soal yang kami cetak dipastikan mencukupi kebutuhan dari sisi jumlah peserta.”

    AHMAD RAFIQ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.