Ahok Penjara, Megawati: Saya Terenyuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menunjukkan jarinya telah diberi tinta seusai menggunakan hak pilihnya di TPS 027 dalam Pilkada Jakarta Putaran kedua, di Kebagusan, Jagakarsa, Jakarta, 19 April 2017. Mega mengenakan kemeja kotak-kotak yang merupakan ciri khas paslon Ahok-Djarot. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menunjukkan jarinya telah diberi tinta seusai menggunakan hak pilihnya di TPS 027 dalam Pilkada Jakarta Putaran kedua, di Kebagusan, Jagakarsa, Jakarta, 19 April 2017. Mega mengenakan kemeja kotak-kotak yang merupakan ciri khas paslon Ahok-Djarot. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengaku terenyuh menyusul Ahok dipenjara. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara menjatuhkan hukuman terhadap Ahok dua tahun penjara dalam kasus penistaan agama.

    "Sekarang Pak Ahok dipindah (Mako Brimob, red), karena yang bersimpati banyak dengan datang ke Lapas, saya terenyuh. Sebuah kesedihan yang tidak bisa diungkapkan," kata Megawati saat meresmikan Kantor DPD PDIP Nusa Tenggara Barat di Kota Mataram, Rabu, 10 Mei 2017.

    Baca: Ahok Dipenjara, Kuasa Hukum Ajukan Surat Penangguhan Penahanan

    Megawati menilai, banyaknya warga yang datang berbondong-bondong ke Lapas untuk melihat Ahok, membuktikan Ahok begitu dicintai rakyat. Bahkan, kata dia, ibu-ibu juga ramai-ramai ikut menanyakan kepadanya bagaimana dengan nasib anak-anak mereka yang selama ini sekolah gratis. "Ternyata mencari pemimpin yang dicintai itu tidak gampang," kata mantan Presiden RI itu.

    Ahok menjadi terdakwa perkara kasus penistaan agama setelah video pidatonya di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, pada 27 September 2016. Ketika itu, Ahok menyebut adanya pihak yang menggunakan Alquran Surat Al Maidah 51 untuk membohongi, beredar, dan memicu serangkaian aksi besar dari organisasi-organisasi massa Islam.

    Baca: Penangguhan Penahanan Ahok Belum Diputus, Ini Kata Pengadilan 

    Ahok dipenjara setelah sidang pembacaan putusan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan pada Selasa, 9 Mei 2017. Vonis yang dijatuhkan hakim ini lebih berat dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum, yaitu penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.