Ahok Ditahan, Daud: Papa Pulang atau Enggak?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat melakukan pidato dihadapan warga yang datang ke balaikota, Jakarta, 10 Mei 2017. TEMPO/Maria Fransisca.

    Plt Gubernur DKI Jakarta, Djarot Syaiful Hidayat melakukan pidato dihadapan warga yang datang ke balaikota, Jakarta, 10 Mei 2017. TEMPO/Maria Fransisca.

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, membantah kabar tensi darah terpidana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok naik karena harus berada di satu lokasi tahanan bersama bekas anak buahnya di pemerintahan DKI.

    "Bukan, bukan naik. Waktu itu sempat ada sedikit, tapi bukan tensi darah. Sedikit syok saat tahu putranya sakit," kata Djarot di Balai Kota DKI, Rabu, 10 Mei 2017. Menurut Djarot, Ahok syok saat mengetahui putra bungsunya, Daud Albeenner Purnama, 11 tahun, sakit.

    Baca: Ahok Ditahan, Ini Pembicaraan Ahok-Djarot di dalam Rutan

    Ahok, menurut Djarot, juga terguncang saat Daud meneleponnya dan menanyakan kepastian apakah Ahok pulang ke rumah. "Pertanyaannya (Daud), apakah papa pulang atau enggak. Ini otomatis, ya. Tapi cukup baik, tensi naik-turun itu biasa," ujarnya.

    Sebelumnya, kabar tensi darah Ahok tinggi beredar melalui pesan di media sosial. Pesan yang mengatasnamakan laporan relawan yang menemui Ahok di Rumah Tahanan Kelas 1 Cipinang itu menyebutkan tensi Ahok sempat tinggi saat dicek dokter.

    Namun kondisi Ahok masih dalam keadaan sehat. Selain itu, Veronica Tan, istri Ahok, juga menemaninya sampai bertemu dengan tamu terakhir. Ahok resmi menyandang status sebagai terpidana penodaan agama Islam setelah dinyatakan bersalah dalam sidang putusan, pada Selasa, 9 Mei 2017.

    Ahok, yang divonis dua tahun penjara, langsung dibawa ke Rutan Cipinang. Namun, pada malam hari, Ahok dipindahkan ke Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

    Baca juga: Ahok Dipenjara di Cipinang, Tjahjo: Djarot Jadi Plt Gubernur DKI
     
    Kasus Ahok bermula dari sebuah potongan video berisi pidatonya di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Ahok saat itu tengah melakukan kunjungan untuk sosialisasi program budi daya ikan kerapu. Dalam pidatonya, Ahok sempat menyinggung Surat Al-Maidah ayat 51. Potongan video itu kemudian dipermasalahkan dan dilaporkan banyak pihak karena dianggap menista agama Islam. 

    FRISKI RIANA

    Video terkait:
    Jalan Panjang Vonis Ahok




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utang BUMN Sektor Industri Melonjak, Waskita Karya Paling Besar

    Sejumlah badan usaha milik negara di sektor konstruksi mencatatkan pertumbuhan utang yang signifikan. Waskita Karya menanggung utang paling besar.