Sinergitas Agama, Budaya, dan Negara Memperkokoh Persatuan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sinergitas Agama, Budaya, dan Negara Memperkokoh Persatuan

    Sinergitas Agama, Budaya, dan Negara Memperkokoh Persatuan

    INFO MPR - Bertempat di Aula Anwar Musadad, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan kembali membangkitkan semangat persatuan pada Rabu, 10 Mei 2017. Zulkifli bertindak menjadi keynote speaker Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan MPR RI dan seminar kebangsaan dengan tema “Sinergitas Agama, Budaya, dan Negara”.

    “Pancasila sebagai pandangan hidup harus menjadi perilaku hidup sehari-hari. Kalau dijadikan perilaku dalam berbangsa dan bernegara, akan menjadi pemersatu,” ujar Zulkifli di hadapan ratusan mahasiswa berbagai jurusan yang hadir dalam seminar. Acara ini merupakan kerja sama MPR RI dengan Himpunan Mahasiswa jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam UIN.

    Sementara itu, Rektor UIN SGD Prof Mahmud mengungkapkan, sinergi agama dan budaya di Indonesia membuat negeri kokoh dan masyarakat lebih maju lagi. Zulkifli menuturkan perilaku yang Pancasilais pada prinsipnya menegaskan paham bertuhan. "Tidak benar mempertentangkan antara agama, negara, kebangsaan, dan NKRI. Harus sejalan. Kita adalah negara Pancasila bukan ateis, sekuler, atau agama," katanya.

    Terkait dengan budaya, Zulkifli menjelaskan, budaya masing-masing dijamin undang-undang. "Budaya lokal menjadi sumber budaya nasional. Keragaman itu kekuatan Indonesia, bukan sumber perpecahan dengan catatan saling menghormati dan menghargai. Karena beragam itulah namanya Indonesia, Nusantara," ujarnya. Dia juga menegaskan ribut tentang keragaman adalah langkah mundur. "Jangan ada stigma karena bisa memecah Indonesia," tuturnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.