Vonis Ahok dan Pembubaran HTI , Pengamat Politik: Seolah Skor 1:1  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalan Panjang Vonis Ahok.

    Jalan Panjang Vonis Ahok.

    TEMPO.CO, Jakarta - Telah diputuskannya vonis Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara,  juga rencana pemerintah membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI, menurut pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hoidayatullah, Jakarta, Adi Prayitno menjadi sesuai yang menarik dan menjadi pembicaraan masyarakat.

    Silakan baca:

    Haris Azhar: Soal Ahok dan HTI, Permainan Politik Keseimbangan

    “Orang kan melihatnya  vonis ahok ini sesuai pressure atau tekanan jalanan oleh umat, apa iya begitu?” kata Adi. “Pada saaat bersamaan, ormas  yang dianggap  meresahkan serta diduga anti kebinekaan seperti HTI akan dibubarkan. Dua hal ini seakan menegaskan bahwa skor  'pertarungan' jadi berimbang, 1:1,” katanya.     

    Baca juga: 

    Soal Vonis Ahok, Jokowi Minta Masyarakat Hormati Putusan Hakim
    Kontras Sinyalir Rencana Pembubaran HTI Bentuk Kompromi Politik

    Adi mengharapkan, proses hukum Ahok masih berjalan dengan pengajuan banding, juga pembubaramn HTI menurut Undang-undang Ormas harus diputuskan di pengadilan. “Setelah ini stop dulu lah kegaduhan,” kata dia.

    “Setelah ini, semoga kita semua kembali hidup normal. Tak ada lagi kegaduhan. Ahok sudah divonis, HTI akan dibubarkan,” kata Adi.

    Dua hal yang muncul bersamaan dan tengah mendapat perhatian masyarakat itu, membuat Haris Azhar mantan Koordinator KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) buka suara. “Ini mah rezim sedang bermain politik keseimbangan,” katanya kepada Tempo, Rabu, 10 Mei 2017.  Ia menyebut vonis Ahok disatu sisi dan rencana pembubaran HTI di sisi lainnya.

    S. DIAN ANDRYANTO

    Video Terkait:
    Ribuan Orang Menyanyi di Balaikota Dukung NKRI




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.