Mereka yang Pernah Terjerat Kasus Penistaan Agama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/ Ali Said

    Ilustrasi. TEMPO/ Ali Said

    TEMPO.CO, Jakarta -Tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kecewa dengan vonis Ahok 2 tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa, 9 Mei 2017. Menurut mereka hakim telah memaksakan hukuman karena ditekan oleh masa.  "Lihat sendiri setiap sidang ada massa yang menekan," kata kuasa hukum Ahok, Tommy Sihotang setelah sidang putusan di Auditorium Kementerian Pertanian, Selasa, 9 Mei 2017.

    Majelis hakim menyatakan Ahok terbukti bersalah melakukan penodaan agama. Hakim memvonisnya hukuman penjara dua tahun dan memerintahkan untuk ditahan. Hukuman ini melebihi tuntutan jaksa selama satu tahun dengan masa percobaan dua tahun.

    Tommy bakal melayangkan banding atas putusan ini. "Kami bisa memaklumi tapi kami tidak bisa terima," katanya. "Kenapa maklum karena tekanan ini luar biasa sampai ke pengadilan." (Baca: Vonis untuk Ahok Dikecam Amnesty International)

    Adapun, sepanjang lebih dari seperempat abad ini, palu hakim telah mengirim lebih dari selusin orang ke dalam tahanan karena jerat yang sama: penistaan agama. (Baca: Ahok Ditahan di Cipinang, Ini Kejanggalan Vonis Penistaan Agama)

    Arswendo Atmowiloto, Pemimpin Redaksi Tabloid Monitor

    Tuntutan: 5 tahun

    Vonis: 5 tahun oleh PN Jakarta Pusat (April 1991)

     Arswendo Atmowiloto  TEMPO/Gunawan Wicaksono

    Lia Eden, pemimpin Tahta Suci Kerajaan Tuhan

    Tuntutan: 2 tahun 6 bulan

    Vonis: 2 tahun 6 bulan oleh PN Jakarta Pusat (Juni 2009)

     Pemimpin aliran Eden, Lia Aminuddin (tengah) berdoa didepan Gedung KPK, Jakarta, 16 Februari 2015. Kedatangan Lia Aminuddin beserta pengikut aliran Eden tersebut guna memberikan dukungan kepada KPK dalam memberantas korupsi. TEMPO/Eko Siswono

    Tajul Muluk alias Haji Ali Murtadho, pemimpin Syiah Sampang

    Tuntutan: 4 tahun

    Vonis: 2 tahun oleh PN Sampang (Juli 2012)

     Ketua komunitas Syiah Sampang Ali Murtadha alias Tajul Muluk (Kiri) bersama kakaknya Aklil Al-Milali (kanan) ketika memberikan testimoni kasus penyerangan kaum syiah di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya, Senin (02/01). TEMPO/Fatkhurrohman Taufiq

    Antonius Richmond Bawengan, penyebar buku dan selebaran

    Tuntutan: 5 tahun

    Vonis: 5 tahun oleh PN Temanggung (Februari 2011)

    Rusgiani, ibu rumah tangga, karena menghina tempat sesajen

    Tuntutan:

    Vonis: 14 bulan oleh PN Denpasar (Oktober 2013)

    Enam pengurus Gerakan Fajar Nusantara

    Tuntutan: 4 tahun

    Vonis: 3 sampai 4 tahun oleh PN Banda Aceh (Juni 2015)

      Suasana pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum terhadap Ahmad Musadeq dkk dalam persidangan Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) yang didakwa melakukan penodaan agama dan makar, di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Jakarta, Rabu, 8 Februari 2017. Tempo/Ghoida Rahmah

    Abdussalam alias Ahmad Musadeq, pemimpin Gerakan Fajar Nusantara

    Tuntutan: 12 tahun

    Vonis: 5 tahun oleh PN Jakarta Timur (Maret 2017)

      Terdakwa kasus makar dan penodaan agama yang juga pimpinan Gafatar, Ahmad Musadeq, bersiap menjalani sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, 7 Maret 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    EVAN | PDAT Sumber Diolah Tempo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka yang Dianggap Layak Jadi Menteri, Tsamara Amany Disebut

    Nama-nama yang dianggap layak menjabat menteri kabinet Jokowi - Ma'ruf kuat beredar di internal partai pendukung pasangan itu. Tsamara Amany disebut.