Jawa Barat Tertarik Pengolahan Sampah dari Chongqing

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jawa Barat Tertarik Pengolahan Sampah dari Chongqing

    Jawa Barat Tertarik Pengolahan Sampah dari Chongqing

    INFO JABAR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat tertarik pada sistem pola pengolahan sampah Kota Chongqing, Cina, yang ramah lingkungan dan menghasilkan energi terbarukan. Wali Kota Chongqing Zhang Guoqing mengatakan pihaknya siap membantu Jawa Barat jika berminat untuk menggunakan sistem pengolahan sampah.

    “Di sini sampah juga sempat jadi permasalahan tapi kami sudah bisa menanganinya,” kata Guoqing pada penandatanganan kesepahaman bersama MOU sister province di Hotel Wudu, Kota Chongqing, Senin, 8 Mei 2017.

    Menanggapi hal itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan‎ menyatakan pemerintah daerah bisa meniru upaya Pemerintah Kota Chongqing dalam menanamkan budaya kebersihan mereka di kota tersebut. Aher juga menawarkan pihak Chongqing untuk share teknologi terkait dengan persoalan sampah di Jawa Barat.

    “Mereka memiliki permasalahan yang sama awalnya dengan kita tentang persampahan. Namun akhirnya mereka mengubah perilaku masyarakat. Itu bisa masuk kerja sama budaya sosial juga‎. Dampak perubahannya, sungai bersih dan sampah tidak lagi berserakan,” ujarnya.

    Aher menyatakan sekarang Chongqing bisa masuk ke dua TPPAS karena Nambo sudah ada pemenangnya. Legok Nangka juga sudah proses lelang. “Paling ya beberapa tahun ke depan bisa diterapkan. Saya akan mendorong pemerintah kota dan kabupaten untuk bisa memanfaatkan pengolahan sampah dari Chongqing ini,” kata Aher yang sudah dua kali datang ke Chongqing.

    Menurut Aher, masalah pengolahan sampah merupakan urusan wajib pemerintah kota/kabupaten. Persoalan sampah ini harus serius, karena jika tidak, akan menjadi masalah berat lingkungan dan kesehatan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.