Buntut Demo Hardiknas Rusuh, Polisi Gerebek Sekretariat Mahasiswa

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan guru SD yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Program Sarjana Kependidikan (PSKGJ) Universitas Negeri Medan, berunjuk rasa di halaman gedung DPRD Sumatera Utara, di Medan, Senin (21/5). ANTARA/Irsan Mulyadi

    Puluhan guru SD yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Program Sarjana Kependidikan (PSKGJ) Universitas Negeri Medan, berunjuk rasa di halaman gedung DPRD Sumatera Utara, di Medan, Senin (21/5). ANTARA/Irsan Mulyadi

    TEMPO.CO, Medan - Akibat aksi demonstrasi yang berujung rusuh pada perayaan Hari Pendidikan Nasional Hardiknas beberapa waktu yang lalu, kepolisian kembali melakukan penggerebekan ke salah satu sekretariat dari organisasi mahasiswa yang mengikuti aksi demonstrasi . Setelah dua kali menyatroni Sekretariat Forum Mahasiswa Anti Penindasan (Formadas), kali ini polisi menyatroni Sekretariat Gerakan Mahasiswa Pro Demokrasi (Gemaprodem) pada Selasa, 9 Mei 2017.

    Gumilar Aditya, penasehat hukum dari Koalisi Rakyat Anti Kriminalisasi (Korak) Sumatera Utara mengatakan jika penggerebekan dilakukan saat anggota organisasi mahasiswa yang sedang beristirahat.
    "Tadi itu (penggerebekan) kejadiannya sebelum subuh, sekitar setengah tigalah. Kawan-kawan lagi istirahat semua," ujar Gumilar kepada Tempo.

    Baca juga: Ditahan Polisi, Mahasiswa di Medan Muntah Darah

    Mahasiswa Makassar Terlibat Kericuhan Saat Peringati Hardiknas

    Gumilar membeberkan kronologis penggerebekan bermula saat 15 orang berpakain preman yang mengaku sebagai pihak kepolisian, langsung masuk kedalam sekretariat dan menyuruh semua penghuni yang berjumlah 8 orang untuk jongkok.

    Lalu polisi melakukan penggeledahan seisi sekretariat dan mengambil gambar serta video disetiap sudut ruangan sekretariat. Sempat terjadi perdebatan antara mahasiswa yang berada sekretariat dengan pihak kepolisian. Bahkan salah seorang mahasiswa, Ganda Hutagalung mengalami tindakan pemukulan dari petugas saat meminta surat resmi dari kepolisian terkait penggeledahan tersebut.

    Baca pula:

    3 Cara Unik Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2017

    Dari sekretariat, petugas membawa sebuah buku, daftar diskusi dan sebuah kaos. Selain itu polisi juga mengamankan 6 orang mahasiswa, yaitu Markus napitupulu, Fajar Panjaitan, Josua Manalu, Ganda Hutagalung, Rizky Sipahutar dan Kurnia Saragih.

    Gumilar mengecam keras tindakan yang dilakukan aparat kepolisian. "Kami dari KORAK sangat menyayangkan sikap kepolisian. Apalagi penangkapan ke 6 mahasiswa tidak dilengkapi dengan surat pemanggilan resmi," kata Gumilar.

    Silakan baca:

    Hardiknas, Menteri Yohana Bicara Soal Peran Perempuan

    Sebelumnya dilaporkan, aksi demonstrasi mahasiswa dalam perayaan Hardiknas di depan Universitas Sumatera Utara pada 2 Mei 2017 yang lalu berakhir ricuh. Dalam bentrokan tersebut polisi menahan 5 mahasiswa (3 orang ditetapkan tersangka) dan 1 masyarakat sipil.

    Pasca penahanan terkait demo Hardiknas di Medan ini, polisi melakukan dua kali upaya penggerebekan pada Kamis dinihari dan Jumat sore. Dalam penggerebekan pertama, polisi mengamankan satu orang mahasiswa yang pada akhirnya dilepaskan petugas.

    Sampai saat ini, dari total 13 orang (12 mahasiswa, 1 warga sipil) yang diperiksa kepolisian pasca demonstrasi, baru 4 orang (3 mahasiswa, 1 warga sipil) yang dibebaskan oleh kepolisian.

    IIL ASKAR MONDZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.