Ahok Ditahan, Djarot: Ahok Cinta Kalian  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat berbincang pada relawan Ahok-Djarot yang masih bertahan di depan LP Cipinang, Jakarta Timur, 9 Mei 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    Plt Gubernur DKI Djarot Syaiful Hidayat berbincang pada relawan Ahok-Djarot yang masih bertahan di depan LP Cipinang, Jakarta Timur, 9 Mei 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat meminta kepada para pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang masih bertahan di depan Rumah Tahanan Cipinang untuk kembali ke rumah masing-masing. "Pulang, ya, habis ini," kata Djarot di Cipinang, Jakarta, Selasa, 9 Mei 2017.

    "Kalau kalian sakit siapa yang doakan kami?," ujar Djarot. Djarot yang habis menemui Ahok di dalam Rutan Cipinang juga menyampaikan salam dari Gubernur DKI Jakarta non-aktif tersebut. "Pak Ahok tetap cinta kalian," ucap Djarot.

    BacaAhok Ditahan, Pendukung Berangsur Tinggalkan Rutan Cipinang

    Ratusan orang berkumpul di depan Rutan Cipinang sejak selasa siang. Hingga rabu dini hari, masih tersisa beberapa orang yang setia meneriakkan dukungan untuk Ahok.

    Ahok berada di Rutan Cipinang setelah dinyatakan menistakan agama oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Ahok terbukti melanggar Pasal 156a KUHP dan divonis dua tahun penjara. Ahok dan kuasa akan mengajukan banding terhadap putusan ini.

    Baca juga: Kasus Penodaan Agama, Ahok Divonis 2 Tahun Penjara

    Djarot meminta penahanan terhadap Ahok ditangguhkan. Ia bahkan siap menjadi penjaminnya. Kasus Ahok bermula dari ucapannya yang menyinggung surat Al-Maidah ayat 51 saat berkunjung ke Kepulauan Seribu pada 2016. Hal itu memicu protes dan unjuk rasa besar-besaran oleh umat Islam.

    AHMAD FAIZ

    Video Terkait:
    Ahok Divonis 2 Tahun, Massa Pendukung Long March ke Rutan Cipinang




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.