Usut Kesaksian Palsu Miryam di Sidang E-KTP, KPK Periksa 4 Saksi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja memajang karangan bunga di halaman Gedung KPK, Jakarta, 5 Mei 2017. Karangan bunga tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan bagi KPK dalam memberantas korupsi di Tanah Air. ANTARA FOTO

    Pekerja memajang karangan bunga di halaman Gedung KPK, Jakarta, 5 Mei 2017. Karangan bunga tersebut merupakan salah satu bentuk dukungan bagi KPK dalam memberantas korupsi di Tanah Air. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menjadwalkan pemeriksaan terhadap empat saksi untuk Miryam S. Haryani, Selasa, 9 Mei 2017. Miryam berstatus sebagai tersangka pemberi keterangan palsu dalam sidang perkara dugaan korupsi e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

    Keempat saksi itu, di antaranya Destri Nursahkinah dan Akbar, staf ahli Miryam. "Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MSH (Miryam S. Haryani)," kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, Selasa.

    Baca: Usut Peran Andi Narogong di Kasus E-KTP, KPK Periksa 6 Saksi Ini

    KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap dua saksi lain, yakni Markus Nari, anggota Dewan Perwakilan Rakyat, dan Mini, asisten rumah tangga Miryam.

    Miryam ditetapkan sebagai tersangka setelah mencabut seluruh berita pemeriksaannya ketika bersaksi dalam sidang e-KTP bagi terdakwa Irman dan Sugiharto. Dalam BAP tersebut tercantum nama-nama penerima aliran dana korupsi e-KTP beserta nominalnya.

    Simak pula: Miryam S. Haryani Ajukan Gugatan Praperadilan terhadap KPK

    Miryam mengaku telah ditekan sehingga memberi keterangan tidak benar kepada penyidik. Ia bahkan menuduh penyidik KPK telah mengancamnya. KPK membantah dan menduga Miryam berbohong. 

    KPK lalu menetapkan Miryam sebagai buron karena diduga melarikan diri. Kemudian polisi menangkapnya di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Senin dinihari, 1 Mei 2017. Kini, Miryam berstatus sebagai tahanan KPK. Ia mendekam di Rumah Tahanan Kelas 1 Jakarta Timur.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.