Pembubaran HTI, GP Ansor Kalimantan Timur Tunjukkan 6 Sikap  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan massa GP Ansor dan Satkorwil Banser Kaltim saat melakukan aksi demonstrasi menuntut dibubarkannya HTI, di Simpang empat mal lembuswana, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, 23 April 2017. Tempo/Sapri Maulana

    Ratusan massa GP Ansor dan Satkorwil Banser Kaltim saat melakukan aksi demonstrasi menuntut dibubarkannya HTI, di Simpang empat mal lembuswana, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, 23 April 2017. Tempo/Sapri Maulana

    TEMPO.CO, Samarinda - Rencana pemerintah untuk membubarkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia  atau HTI yang dinilai bertentangan dengan Pancasila mendapat respon dari sejumlah kalangan. Tak terkecuali Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalimantan Timur, sebagai salah satu organisasi yang beberapa kali melakukan aksi demonstrasi menuntut pembubaran HTI.

    "Mencermati perkembangan terakhir terkait penyebaran paham anti Pancasila dan NKRI, serta dampak yang terjadi di masyarakat dan dalam rangka mengamalkan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah An Nahdliyyah. Hal itu menjadi pertimbangan kami untuk bersikap," kata Ketua PW GP Ansor Kaltim M. Fajri Alfarobi, melalui sekretarisnya Tohar, Samarinda, Selasa, 9 Mei 2017.

    Pertama, Tohar menjelaskan bahwa GP Ansor Kaltim mendukung dan akan mengawal keputusan pemerintah RI tentang rencana pembubaran HTI.

    Baca juga:
    GP Anshor NTT Apreasiasi Pembubaran HTI  


    HTI Dibubarkan, LBH Padang: Pemerintah Seperti Balik ke Orde Baru  

    "Kedua, kami mendesak pemerintah daerah, instansi-instansi, termasuk lembaga pendidikan, lembaga keagamaan, dan komponen masyarakat lainnya untuk menindaklanjuti keputusan pemerintah RI. Agar tidak ada lagi seluruh akrivitas dan penggunaan fasilitas oleh HTI di Kalimantan Timur," kata Tohar.

    Setelah pengumuman rencana Pemerintah untuk menempuh jalur hukum guna membubarkan HTI. GP Ansor Kaltim bersama Satuan koordinator wilayah Banser Kaltim, kata Tohar, akan mengambil peran kontrol atas segala aktivitas HTI. "Termasuk mengawasi dan supremasi pelbagai jenis aktivitas HTI yang bertentangan dengan keputusan pemerintah RI tersebut," kata dia.

    Baca pula:

    Pemuda Muhammadiyah: Pemerintah Harus Buktikan HTI Anti-Pancasila  

    Keempat, GP Ansor Kaltim menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk lebih dewasa dan turut menjaga harmoni melalui pelbagai jalur komunikasi dan silaturrahim. Termasuk aktivitas di media sosial, agar tidak saling menyebarkan dan menghakimi antar komponen bangsa untuk menjaga harmoni.

    "Kelima, Gerakan Pemuda Ansor Kalimantan Timur dan Satkorwil Banser Kalimantan Timur secara tegas menyatakan untuk menindak pihak manapun yang mendeskreditkan, menyebarkan, isu kebencian karena dapat memecah belah bangsa dan sejenisnya  sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku," kata Tohar.

    Silakan baca:

    HTI Dibubarkan, Yusril Ihza: Pemerintah Bisa Kalah di Pengadilan  

    Terakhir, GP Ansor Kaltim juga mengintruksikan kepada seluruh anggotanya di Kalimantan Timur untuk melakukan koordinasi guna mengamankan dan menjalankan sikap organisasi terkait tuntutan pembubaran HTI ini. "Semua anggota harus menjalankan, sebagai konsekunsi dari surat pernyataan sikap ini," kata Tohar.

    SAPRI MAULANA

    Video Terkait:
    Banser dan GP Ansor Bubarkan Acara HTI di Semarang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.