Kasus Suap Atase Imigrasi, KPK Perpanjang Penahanan Rudi Widodo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    Ilustrasi Pungutan liar (Pungli)/Korupsi/Suap. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta  - Komisi Pemberantasan Korupsi memperpanjang penahanan  Dwi Widodo selama 40 hari. Atase Imigrasi pada Kedutaan Besar Republik Indonesia itu ditetapkan sebagai tersangka suap dalam pengurusan paspor dan visa mulai 2013 hingga 2016.

    "Tersangka DW (Dwi Widodo) kami ajukan perpanjangan penahanan 40 hari ke depan terhitung mulai tanggal 11 Mei ini," kata juru bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Senin, 8 Mei 2017.

    Baca: Dugaan Suap Paspor, KBRI Malaysia Pulangkan Atase Dwi Widodo

    Dalam perkara ini Dwi diduga menerima suap yang jumlahnya mencapai Rp 1 miliar. Suap tersebut diduga terkait dengan proses penerbitan paspor RI dengan metode reach out pada 2016 dan proses penerbitan calling visa pada periode 2013-2016 di KBRI Kuala Lumpur.

    Pengungkapan kasus ini bermula dari inspeksi pelayanan publik yang dilakukan Malaysia Anticorruption Commission (MACC) di Kuala Lumpur. Dalam penanganan kasus ini, KPK telah menjalin kerja sama dengan MACC sejak pertengahan 2016.

    Simak: Buntut Pungutan, Pemerintah Perketat Permintaan TKI di Malaysia

    KPK dan MACC tengah melakukan penyidikan terkait dengan subyek hukum yang sesuai dengan kewenangan masing-masing. MACC menangani penyidikan terhadap perusahaan Malaysia yang terindikasi memberi suap. Sedangkan KPK menangani penyidikan terhadap Dwi.

    Dari kasus ini, Dwi disangkakan Pasal 12-a atau Pasal 12-b atau Pasal 11 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.

    MAYA AYU | CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bagi-bagi Jatah Menteri di Komposisi Kabinet Jokowi

    Partai koalisi pemerintah membahas komposisi kabinet Jokowi - Ma'ruf. Berikut gambaran komposisi kabinet berdasarkan partai pendukung pasangan itu.