Penjelasan Luhut Soal Tak Ada Alasan Reklamasi Jakarta Ditunda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 1 September 2016. Rapat ini membahas asumsi makro terkait sektor energi untuk acuan dalam RAPBN 2017 serta laporan kebijakan Menteri ESDM pasca reshuffle. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Plt Menteri ESDM Luhut Binsar Panjaitan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, 1 September 2016. Rapat ini membahas asumsi makro terkait sektor energi untuk acuan dalam RAPBN 2017 serta laporan kebijakan Menteri ESDM pasca reshuffle. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah tidak mempunyai alasan menunda proyek reklamasi di pantai utara Jakarta. Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan mengatakan, hingga saat ini, proyek reklamasi belum dibatalkan.

    "Kalau itu tidak kami laksanakan, Jakarta turun 8-23 sentimeter," kata Luhut di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin, 8 Mei 2017. Menanggapi janji kampanye Gubernur DKI Jakarta terpilih, Anies Baswedan, yang tidak akan melanjutkan reklamasi, Luhut menyatakan belum membahasnya.

    Baca: Sandiaga Siap Bahas Reklamasi Teluk Jakarta dengan Menko Luhut

    Kendati demikian, Luhut menegaskan upaya penolakan reklamasi malah akan membuat Jakarta banjir. Ia meminta Anies bertanggung jawab bila terjadi banjir. "Nanti, kalau Jakarta tenggelam atau menurun, ya tanggung jawab," ucapnya.

    Dari sisi kebijakan, ujar Luhut, proyek reklamasi di Jakarta sudah dirancang sejak era Presiden Soeharto. Pemerintahan Presiden Joko Widodo hanya melanjutkan kebijakan yang sudah ada sebelumnya. "Jangan dikaitkan dengan Pak Jokowi. Itu hanya melanjutkan keputusan presiden dari Pak Harto. Jadi landasan hukumnya kuat," tuturnya.

    Baca: Reklamasi Jakarta, Anies: Nanti Kita Lihat  

    Sebelumnya saat berkunjung ke Tempat Pelelangan Ikan Cilincing, Jakarta Utara, Anies mengatakan dengan tegas menolak reklamasi jika terpilih sebagai kepala daerah DKI. Ia menilai kampanye tentang laut merupakan hal penting. "Saya ingin ingatkan, Jakarta itu bukan hanya daratan,” ucap Anies, Februari lalu.

    Anies menjelaskan, permasalahan reklamasi berawal dari pembangunan pulau yang tidak melalui prosedur yang tepat. Menurut dia, proyek reklamasi yang saat ini berjalan hanya berpihak kepada sebagian warga, padahal pembangunan harus berpihak kepada semua warga Jakarta.

    ADITYA BUDIMAN | CHITRA PARAMAESTI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.