Peneliti: Ketentuan STNK Taksi Online Merugikan Mitra Pengemudi

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Regulasi perlu memperhatikan dampak sosial yang dihadirkan karena akan turut berdampak pada orang-orang yang menjadi tanggungan mitra pengemudi.

    Regulasi perlu memperhatikan dampak sosial yang dihadirkan karena akan turut berdampak pada orang-orang yang menjadi tanggungan mitra pengemudi.

    INFO NASIONAL - Pemerintah perlu mengkaji ulang kebijakan transportasi online yang dinilai merugikan mitra pengemudi mengingat dampak sosial yang dihadirkan aplikasi transportasi online seperti GO-JEK memberikan banyak manfaat. Tidak saja bagi mitra pengemudi GO-JEK, tapi juga masyarakat luas.

    “Peraturan pemerintah tentang ketentuan STNK yang mengharuskan atas nama badan hukum jelas merugikan mitra pengemudi karena banyak mitra pengemudi yang memiliki mobil untuk operasional transportasi online sehari-hari dengan cara mencicil,” kata Alfindra Primaldhi, Peneliti Utama Puskakom UI menyebut salah satu poin dalam revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 saat memaparkan hasil riset bertajuk “Manfaat Sosial Aplikasi On Demand: Kasus G0-JEK Indonesia”, di Jakarta, Senin, 8 Mei 2017.

    Karena itu, Alfindra sebagai akademisi berharap regulasi yang dikeluarkan pemerintah perlu memperhatikan dampak sosial yang dihadirkan aplikasi on demand, seperti GO-JEK, karena akan turut berdampak pada orang-orang yang menjadi tanggungan mitra pengemudi. “Aplikasi on demand telah menyediakan lapangan pekerjaan bagi kelompok tertinggi angkatan kerja lulusan SMP dan SMA yang mencapai 60 persen. Saat ini sebanyak 85 persen tingkat pendidikan mitra pengemudi GO-JEK sederajat SMP hingga SMA,” ujarnya.

    Tidak hanya itu. Alfindra mengatakan, aplikasi on demand telah membuat pendapatan mitra pengemudi berada di atas rata-rata upah minimum nasional saat ini sebesar Rp 1.997.819. “Mitra pengemudi juga merasa dengan adanya jam kerja yang fleksibel, kualitas hidup mereka meningkat karena memiliki waktu berkumpul lebih banyak bersama keluarga,” ujarnya.

    Berbasis survei online dengan metode sampling pencuplikan acak murni (pure random sampling), Alfindra menuturkan, Puskakom UI bersama GO-JEK Indonesia menggelar riset di 15 kota mulai 6 sampai 11 April dengan melibatkan 3.213 responden yang menjadi mitra GO-RIDE, 2.801 mitra GO-CAR, dan 4.048 pelanggan yang aktif dalam 3 bulan.

    Monica Oudang, Co-Founder yang juga HR Director GO-JEK Indonesia menyambut gembira hasil riset. “Saya senang dengan hasil riset ini karena sejalan dengan visi GO-JEK Indonesia, yakni menciptakan inovasi, kecepatan, dan social impact bagi masyarakat,” ujarnya.

    Dari sisi dampak sosial, Monica menyebutkan GO-JEK Indonesia memiliki komitmen nyata untuk memberdayakan para pekerja sektor informal dan meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi GO-JEK, yang saat ini jumlahnya secara nasional mencapai lebih dari 250 ribu. “Pendapatan mitra kami terus meningkat dan kami membuka akses perbankan yang sebelumnya tidak bisa dilakukan pekerja sektor informal, sehingga saat ini mereka bisa memiliki asuransi, tabungan pendidikan, maupun kredit kepemilikan rumah,” ujarnya.

    Monica berharap kehadiran GO-JEK dapat terus dirasakan oleh semakin banyak orang di seluruh Indonesia. “Kami berharap keberadaan kami dapat membuat Indonesia lebih baik dan maju, dan kami mampu menyediakan transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” katanya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Perintahkan Lion Air dan Citilink Turunkan Harga Tiket

    Pemerintah telah memerintahkan dua maskapai penerbangan domestik, Lion Air dan Citilink, untuk menurunkan harga tiket pesawat berbiaya murah.